Melalui Prosesi Basuh Kaki, Umat di Waingapu Diajak Meneladani Kasih Yesus
Oby Lewanmeru April 04, 2026 12:19 AM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – Gereja Paroki Sang Penebus Wara Waingapu di Sumba Timur melaksanakan misa Kamis Putih, Kamis (2/3/2026) pada pukul 18.30 Wita.

Dalam prosesi basuh kaki, Pater Tian Loba, CSsR yang memimpin misa itu membasuh kaki 12 umat yang berasal dari berbagai usia dan latar belakang profesi.

Ada pekerja buruh kasar, dokter, anak-anak, orang dewasa, orang tua dan perwakilan ibu rumah tangga.

Prosesi basuh kaki merupakan ritual liturgi Katolik yang meneladani tindakan Yesus. 

Baca juga: Minggu Palma, Pater Handry Uma Ajak Umat Paroki Sang Penebus Wara Waingapu Hayati Pekan Suci Paskah

Prosesi ini melambangkan sikap saling mengasihi, kerendahan hati, dan cinta kasih Nya kepada murid-murid sebelum perjamuan terakhir.

Sebelum melaksanakan pembasuhan kaki, Pater Tian memberikan renungan singkat. 

Ia mengatakan bahwa dengan membasuh kaki muridNya, Yesus sedang memberikan perintah agar umatNya saling melayani dan saling mengasihi.

Yesus, lanjut dia, mengajarkan agar juga umat saling membantu satu sama lain.

Dalam kesempatan itu, ia menyebutkan bahwa dalam realitas sosial, manusia seringkali mudah mengeluh.

Mengeluh, kata dia, adalah pernyataan tentang kekecewaan, kesusahan dan rasa sakit akibat perasaan menderita dalam pekerjaan dan tugas masing-masing.

Namun Yesus, kata dia, tidak berlaku demikian meski Ia sendiri, Ia ditinggalkan bahkan dikhianati oleh muridNya.

“Tetapi Dia tidak mengeluh tentang itu. Dia tidak pernah merasa terganggu. Padahal sungguh menyakitkan karena setelah makan bersama dan berdoa bersama, mereka hilang dan tidak membantu,” katanya.

Melalui perenungan itu, Pater Tian mengingatkan umat untuk tidak mengeluh. 

Ia juga mengingatkan, masih banyak orang yang tidak memiliki pilihan dalam hidupnya, bahkan untuk makan dan bekerja.

“Yesus banyak mengasihi tanpa mengeluh karena hatinya memilih untuk mengasihi,” ujarnya.

Terkadang, kata dia, manusia lebih cepat mengeluh daripada berdoa. “Mari refleksikan dalam hidup kita,” katanya. (dim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.