TRIBUN-TIMUR.COM - Menjelang perayaan Paskah, umat Kristiani kembali diingatkan pada peristiwa penting dalam iman, yakni Jumat Agung.
Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara (PGIW Sulselra), Pendeta Yohanis Metris, M.Th., menyatakan peristiwa ini bukan sekadar ritual tahunan.
Ia menegaskan, Jumat Agung merupakan inti dari iman Kristen.
Wafatnya Yesus Kristus memiliki makna teologis mendalam sebagai bentuk kasih dan penebusan dosa manusia.
Salib, lanjutnya, menjadi simbol pertemuan antara keadilan dan kasih Allah dalam satu peristiwa.
Jumat Agung juga menjadi pengingat akan pengorbanan besar yang tetap relevan dengan kehidupan manusia saat ini.
Terutama di tengah kecenderungan masyarakat yang semakin individualistik.
Dalam konteks kehidupan sosial di Indonesia yang majemuk, nilai kasih dan pengampunan dinilai penting untuk terus dijaga.
Pendeta Yohanis menekankan, mengampuni tanpa syarat dan mengasihi tanpa perbedaan merupakan inti ajaran yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Wawancara ini merupakan bagian dari Ngobrol Virtual Tribun Timur bersama Ketua PGIW Sulselra, Pendeta Yohanis Metris.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Fiorena Jiretno, Kamis (2/4/2026).
Makna utama wafatnya Yesus Kristus bagi umat Kristen?
Wafatnya Yesus harus dipahami bukan sekadar peristiwa sejarah biasa, melainkan inti dari iman Kristen itu sendiri.
Dalam peristiwa tersebut, kita melihat kasih Allah yang begitu besar kepada manusia, sebuah pengorbanan yang total, serta jalan keselamatan yang dibukakan bagi umat manusia.
Secara teologis, wafatnya Yesus adalah peristiwa penebusan, di mana Ia mati bukan karena kelemahan atau ketidakberdayaan, melainkan karena kasih.
Ia mengambil alih dosa manusia dan membuka jalan rekonsiliasi antara manusia dengan Allah.
Oleh karena itu, salib menjadi simbol pertemuan antara keadilan dan kasih Allah.
Apa perbedaan Jumat Agung dan Good Friday?
Jumat Agung merupakan peristiwa yang mengingatkan kita akan penderitaan dan kematian Yesus di atas kayu salib.
Ini bukan sekadar hari Jumat biasa, melainkan momentum iman yang mengajak kita mengingat kembali pengorbanan Yesus yang begitu dalam.
Ia rela menderita demi menebus dosa manusia.
Karena itu, istilah Jumat Agung dalam bahasa Indonesia dan Good Friday dalam bahasa Inggris memiliki makna yang sama, yakni hari yang “agung” karena di dalamnya terdapat kasih dan pengorbanan yang luar biasa bagi keselamatan manusia.
Apa pesan pengorbanan Yesus yang relevan bagi kehidupan saat ini?
Pesan utama dari pengorbanan Yesus sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini, terutama di tengah masyarakat yang cenderung individualistik.
Pengorbanan Yesus mengajarkan kita tentang kasih yang tidak egois, tentang kerelaan untuk memberi, bukan hanya menuntut.
Kita juga diajarkan untuk berani berkorban demi kebaikan bersama.
Dalam kehidupan sehari-hari, nilai ini dapat diterapkan dalam keluarga, lingkungan kerja, maupun kehidupan sosial, di mana kita tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain.
Bagaimana nilai kasih dan pengampunan diterapkan di masyarakat majemuk?
Yesus mati bukan hanya untuk satu kelompok atau agama tertentu, melainkan untuk semua manusia.
Oleh karena itu, nilai yang terkandung dalam Jumat Agung adalah mengampuni tanpa syarat dan mengasihi tanpa perbedaan.
Dalam konteks Indonesia yang majemuk, nilai ini sangat penting untuk menjaga toleransi, persatuan, dan keutuhan bangsa.
Kita dipanggil untuk hidup dalam kasih yang melampaui sekat-sekat perbedaan, sehingga mampu menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis.
Bagaimana umat Kristen seharusnya memaknai Jumat Agung?
Jumat Agung tidak boleh dimaknai hanya sebagai seremoni tahunan.
Peristiwa ini harus menjadi momen refleksi diri yang mendalam, di mana setiap orang menyadari kelemahan dan dosa yang dimilikinya.
Dari kesadaran tersebut, akan lahir pertobatan yang nyata yang diwujudkan dalam perubahan hidup.
Artinya, tidak cukup hanya datang beribadah, tetapi harus ada komitmen untuk hidup dalam kasih dan kebenaran serta melakukan transformasi hidup yang nyata.
Apa pesan bagi generasi muda di momentum ini?
Generasi muda saat ini menghadapi banyak tantangan, terutama di era digital dengan tekanan sosial yang tinggi.
Karena itu, mereka perlu memiliki identitas yang kuat dalam iman.
Salib mengajarkan bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh pengakuan orang lain, melainkan oleh kasih Tuhan.
Generasi muda harus memiliki integritas, tujuan hidup, dan keberanian untuk tidak sekadar mengikuti arus.
Hidup yang berarti adalah hidup yang memberi dampak serta membawa harapan bagi orang lain.
Bagaimana penghiburan bagi anak muda yang mengalami tekanan dan kesepian?
Banyak generasi muda saat ini merasa tertekan dan kesepian akibat tuntutan sosial dan pengaruh lingkungan.
Dalam hal ini, salib menjadi pengingat bahwa setiap orang berharga karena dikasihi Tuhan.
Kristus hadir dalam setiap pergumulan manusia, bahkan mengambil alih dosa dan kelemahan kita.
Ini menjadi penghiburan bahwa kita tidak sendiri, dan selalu ada harapan dalam setiap situasi yang kita hadapi.
Mengapa mengampuni menjadi hal yang sulit?
Mengampuni adalah salah satu hal tersulit dalam kehidupan manusia.
Luka yang pernah dialami tidak mudah hilang dan sering kali meninggalkan bekas.
Namun, mengampuni tidak berarti melupakan luka, melainkan tidak lagi membiarkan luka tersebut menguasai diri kita.
Proses mengampuni membutuhkan waktu dan pengorbanan, termasuk mengorbankan perasaan dan harga diri.
Ketika kita mampu mengampuni, kita sedang membuka jalan menuju kesembuhan.
Apa ayat Alkitab yang paling menggambarkan pengorbanan Yesus?
Salah satu ayat yang paling menggambarkan pengorbanan Yesus adalah Yohanes 3:16.
Ayat ini menunjukkan betapa besar kasih Allah kepada manusia, hingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal.
Ini merupakan bukti nyata kasih yang luar biasa, di mana Allah rela mengorbankan diri-Nya demi keselamatan manusia.
Apa pesan dalam menghadapi kondisi dunia saat ini?
Dalam kondisi dunia yang penuh tantangan, termasuk ketegangan sosial dan geopolitik, umat Kristen dipanggil untuk menjadi pembawa damai.
Kita harus menjaga keutuhan dan persatuan, serta tidak menjadi bagian dari perpecahan.
Kehadiran kita di tengah masyarakat harus membawa nilai perdamaian dan kasih, sehingga mampu memperkuat persatuan bangsa.
Bagaimana perbedaan cara gereja memperingati Jumat Agung?
Perbedaan dalam memperingati Jumat Agung biasanya hanya terletak pada tata cara ibadah atau liturgi.
Namun, secara makna, semua gereja memiliki pemahaman yang sama, yakni memperingati pengorbanan Yesus dan kebangkitan-Nya.
Yang terpenting bukanlah perbedaan cara, melainkan kesamaan iman dan makna yang diyakini bersama.
Apa pesan untuk umat Kristiani?
Makna Jumat Agung dan Paskah tidak pernah berubah dari tahun ke tahun.
Yang seharusnya berubah adalah diri kita.
Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi dan perubahan hidup.
Tinggalkan kebiasaan buruk, belajar mengampuni, dan mulai hidup dalam kasih.(Wahdaniar)