TRIBUN-MEDAN.com - Viral seorang profesor dilaporkan melamar mahasiswinya saat proses belajar mengajar berlangsung di kelas.
Kejadian tersebut memicu keributan hingga berujung dugaan penganiayaan terhadap sang profesor.
Dilansir dari India Today, Jumat (3/4/2026) kejadian ini diketahui terjadi di Bengaluru, India.
Menurut laporan media, awalnya profesor tersebut sedang mengajar di kelas.
Namun secara tiba-tiba ia menyatakan niatnya untuk melamar salah satu mahasiswi di hadapan seluruh kelas.
"Saya ingin melamar salah satu mahasiswi terpenting di angkatan kita," ujar profesor tersebut.
Profesor itu pun menyebut nama sosok mahasiswi yang ingin ia lamar.
Ia pun menyatakan perasaannya dan mengaku ingin menikahinya.
Namun pernyataan cinta tersebut langsung ditolak oleh mahasiswi yang bersangkutan.
Ia membantah memiliki hubungan khusus dengan dosennya dan menegaskan tidak ingin menerima lamarannya.
Penolakan itu menyebabkan pertengkaran sengit.
Profesor itu bersikeras bahwa mahasiswi tersebut pernah mengungkapkan perasaan cinta kepadanya.
Karena pernyataan itu, ia pun berani melamar mahasiswi tersebut.
Ia pun menyebut memiliki rekaman CCTV sebagai bukti pernyataan cinta mahasiswi tersebut.
Namun mahasiswi itu kembali membantahnya dan meminta agar bukti ditunjukkan di hadapan kelas.
Situasi semakin memanas ketika mahasiswi itu menyarankan agar persoalan mereka dibawa ke pihak kampus.
"Jika anda ingin membicarakan ini, kita bisa berbicara ke pihak kampus. Seluruh mahasiswa di dalam kelas akan ikut," ucapnya.
"Bukankah kamu lebih dahulu mengaku mencintai saya? Mengapa saya salah saat ingin melamarmu?" sahut profesor tersebut.
"Kamu mengatakan kamu mencintaiku beberapa waktu yang lalu," lanjutnya.
"Saya tidak pernah melamar. Jika benar, tunjukkan CCTV-nya ke pihak kampus," tegas mahasiswi.
Profesor itu memilih meninggalkan kelas sambil menyatakan akan membahas masalah mereka keesokan harinya.
Namun mahasiswi tersebut menolak lagi untuk melanjutkan komunikasi.
Beberapa saat setelah profesor keluar kelas, situasi dilaporkan semakin memburuk.
Mahasiswi tersebut bersama sejumlah temannya diduga melakukan penyerangan terhadap sang profesor di lingkungan kampus.
Dalam video yang beredar viral di media sosial, profesor tersebut terlihat dipukuli dengan sandal.
Penyerangan itu bahkan berlanjut hingga dekat mobil sang profesor.
Profesor tersebut yang ketakutan akibat serangan itu segera melarikan diri.
Ia pun pergi menuju kantor polisi dan melaporkan terkait insiden penganiayaan yang menimpanya.
Pihak kepolisian setempat telah mendatangi kampus untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga kini polisi masih mengusut kronologi yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Sedangkan pihak kampus belum ada memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.
(cr19/tribun-medan.com)