Cara Sholat Tahajud Lengkap Bacaan Doa dan Keutamaannya
Pipit Maulidya April 04, 2026 12:32 AM

SURYA.CO.ID - Sholat Tahajud adalah ibadah sunnah yang paling utama setelah sholat fardhu.

Dilakukan di sepertiga malam terakhir, ibadah ini sering disebut sebagai waktu di mana doa-doa menembus langit.

Bagi Anda yang sedang mencari ketenangan batin atau jawaban atas doa-doa, Tahajud adalah kuncinya.

Apa Itu Sholat Tahajud?

Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur.

Meskipun secara teknis bisa dilakukan kapan saja setelah Isya hingga sebelum Subuh, syarat utamanya menurut mayoritas ulama adalah harus tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.

Baca juga: 5 Bacaan Sholawat Populer dan Mudah Diamalkan dalam Teks Arab, Latin dan Artinya

Waktu Terbaik Sholat Tahajud

Walaupun bisa dilakukan sepanjang malam, waktu paling utama terbagi menjadi tiga:

Sepertiga Pertama: Sekitar pukul 19.00 – 22.00.

Sepertiga Kedua: Sekitar pukul 22.00 – 01.00.

Sepertiga Terakhir: Sekitar pukul 01.00 – menjelang Subuh (Waktu Paling Mustajab).

Keutamaan Sholat Tahajud yang Luar Biasa

Rasulullah SAW menyebutkan bahwa tahajud dapat menjaga kesehatan tubuh dan menghapus dosa.

Selain itu Allah SWT menjanjikan tempat yang mulia (Maqaman Mahmuda) bagi hamba-Nya yang rajin bertahajud (QS. Al-Isra: 79).

Di sepertiga malam terakhir, Allah turun ke langit dunia dan bertanya siapa yang berdoa agar Dia mengabulkannya.

Tata Cara Sholat Tahajud

Tata cara pelaksanaannya sama dengan sholat sunnah pada umumnya, namun dengan niat yang spesifik.

1. Niat Sholat Tahajud

melafalkan niat di dalam hati:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Jumlah Rakaat

Sholat Tahajud dikerjakan minimal 2 rakaat dengan satu salam. Tidak ada batasan maksimal, namun Rasulullah SAW biasanya mengerjakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat Witir.

3. Urutan Pelaksanaan

Takbiratul Ihram.

Membaca Al-Fatihah dan surat pendek (disarankan Al-Kafirun dan Al-Ikhlas jika ingin yang ringan).

Ruku, Itidal, Sujud, hingga Salam.

Berdoa dengan sungguh-sungguh.

Doa Sholat Tahajud

Dikutip SURYA.CO.ID dari laman Nahdlatul Ulama (NU) dalam teks Arab, latin dan artinya:

اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ

Arab-latin: Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa‘dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ‘atu haq. 

Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a‘lantu, wa mâ anta a‘lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh. 

Artinya, “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. 

Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.