Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa malam Paskah Sabtu 4 April 2026.
Teks misa malam Paskah lengkap renungan harian katolik.
Teks misa malam Paskah disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
Sabtu Suci adalah rangkaian Pekan Suci, yang memperingati saat Yesus dimakamkan setelah disalib pada Jumat Agung.
Pada hari ini, Yesus dikatakan turun ke tempat penantian untuk mengabarkan Injil, dan ini menandai waktu hening dan refleksi menjelang kebangkitan-Nya pada Minggu Paskah.
Sabtu Suci juga dikenal sebagai bagian dari Tri Hari Suci Paskah, yang merupakan persiapan untuk perayaan Paskah.
kuti misa sabtu suci dengan penuh iman.
Baca juga: Teks Misa Minggu Paskah 5 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Upacara cahaya dilaksanakan di depan kapela dan lilin Paskah akan dinyalakan dari api unggun Ketika lampu-lampu sudah dipadamkan, rombongan petugas menuju keluar pintu gerbang dan upacara dimulai dengan penyalaan LILIN PASKAH YANG TELAH DIBERKATI DI PAROKI.
Tanpa ada TANDA SALIB pembuka, Pemimpin langsung membawakan Doa Pembuka di depan api unggun.
01. DOA PEMBUKA
P : Ya Allah, dengan pengantaraan Kristus, Engkau telah menganugerahi kami, cahaya apikemuliaan Mu. Kami mohon, sucikanlah api baru ini. Semoga perayaan Paskah ini menghangatkankerinduan kami akan hidup surgawi, sehingga dengan hati yang murni kami kelak dapatmerayakan Paskah dalam cahaya-Mu yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.
U : Amin
Pemimpin memerciki api dengan air suci, kemudian dia memasang lima (5) butir dupa pada lima (5) gambar suci yang disediakan pada Lilin Paskah, sambil berkata:
P : Semoga Kristus Tuhan melindungi dan memelihara kita demi luka-luka-Nya yang kudus dan mulia.
U : Amin
Kemudian Pemimpin memerciki Lilin Paskah dengan air suci, lalu menyalakannya dengan api baru sambil berkata:
P : Semoga cahaya Kristus yang telah bangkit dengan mulia, menghalau kegelapan dari hati dan budi kita.
U : Amin.
02. PERARAKAN LILIN PASKAH
Salah seorang yang ditentukan mengangkat Lilin Paskah ke arah umat, dan menyanyikan lagu di bawah ini dalam cara 3 kali seperti biasa (dengan setiap kali nadanya dinaikkan setengah).yaitu di pintu masuk Kapela, di bagian tengah Kapela, dan di depan Altar.
P : Cahaya Kristus
U : Syukur kepada Allah
Setelah nyanyian “Cahaya Kristus”yang ketiga, lampu-lampu dinyalakan bersamaan dengan pemasangan lilin bagi seluruh umat. Kemudian Lilin Paskah ditempatkan di samping altar atau di samping mimbar.
03. PUJIAN PASKAH (Exultet)
Semua siap mendengarkan Madah Pujian Paskah atau Exultet. Untuk Exultet, bisa dicarikan teks yang sesuai, yang bisa dibawakan oleh salah seorang peserta yang menyiapkan diri dengan baik. Sedapat mungkin dinyanyikan, jika tidak, dalam situasi yang darurat, bisa didaraskan atau dibacakan. Sesudah Exultet, lilin-lilin dipadamkan. Lalu Pemimpin membacakan doa Pembuka.
04. DOA PEMBUKA
P : Marilah kita berdoa, [hening sejenak] Allah, Bapa yang mahabaik, Engkau berkenan mengundang kami semua merayakan peristiwa agung kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Kami mohon, sudilah menerangi hati dan budi kami dengan Roh Kudus, supaya dengan merayakan malam agung ini, kami dapat memetik hikmah kebangkitan bagi hidup kami.
Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang dengan kebangkitan-Nya bersatu dengan Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.
U : Amin.
BAGIAN KEDUA: LITURGI SABDA
05. AJAKAN MENDENGARKAN SABDA TUHAN
P : Marilah kita membuka hati kita untuk mendengarkan Sabda Tuhan dan menerimanya agar Sabda Tuhan menjadi pelita iman kita dan tongkat penuntun jalan hidup kita.
[Bacaan dibacakan dari Alkitab atau Buku Bacaan]
06. BACAAN PERTAMA (Kej. 1:1,26-31a)
L : Bacaan dari Kitab Kejadian.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Setelah menyelesaikan penciptaan langit dan bumi, dengan tumbuh-tumbuhan dan segala binatang di dalamnya, berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah
banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuhtumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik.
U : Syukur kepada Allah.
07. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Mzm. 104:30)
Utuslah Roh-Mu ya Tuhan, dan jadi baru seluruh muka bumi.
Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,13-14,24,35c.
Pujilah TUHAN, hai jiwaku!
TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar!
Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
yang berselimutkan terang ibarat mantol. (Refren)
Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk selamanya.
Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung. (Refren)
Engkau yang membualkan mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul dari antara daun-daunan. (Refren)
08. BACAAN KEDUA (Kej. 22:1-2.9a.10-13,15-18)
L : Bacaan dari Kitab Kejadian.
Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan." Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri demikianlah firman TUHAN: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya." "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
P: Demikianlah Sabda Sabda Tuhan
U : Syukur kepada Allah.
09. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Mzm. 16:1)
Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Mzm. 16:5,8,9,10,11.
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. (Refren)
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. (Refren)
10. BACAAN KETIGA (Kel. 14:15 - 15:1)
L : Bacaan dari Kitab Keluaran.
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering. Tetapi sungguh Aku akan mengeraskan hati orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel, dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.
Orang Mesir mengejar dan menyusul mereka segala kuda Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda sampai ke tengah-tengah laut. Dan pada waktu jaga pagi, TUHAN yang di dalam tiang api dan awan itu memandang kepada tentara orang Mesir, lalu dikacaukan-Nya tentara orang Mesir itu. Ia membuat roda keretanya berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata: "Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir."
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda." Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya, sedang orang Mesir lari menuju air itu; demikianlah TUHAN mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Berbaliklah segala air itu, lalu menutupi kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel itu ke laut; seorangpun tidak ada yang tinggal dari mereka.
Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering dari tengah-tengah laut, sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu TUHAN menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terhantar di pantai laut. Ketika dilihat oleh orang Israel, betapa besarnya perbuatan yang dilakukan TUHAN terhadap orang Mesir, maka takutlah bangsa itu kepada TUHAN dan mereka percaya kepada TUHAN dan kepada Musa, hamba-Nya itu.
Pada waktu itu Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkannya ke dalam laut. Tuhan itu kekuatan dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Dialah Allahku, Dia kupuji, Dialah Bapaku, kuluhurkan Dia!”
11. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Mzm. 15:1a)
Baiklah kita menyanyi bagi Tuhan, sebab Ia tinggi luhur.
Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18.
Baiklah aku menyanyi bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut.
TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.
Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. (Refren)
TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya. Kereta Firaun dan pasukannya
dibuang-Nya ke dalam laut; para perwiranya yang pilihan dibenamkan ke dalam Laut Teberau. (Refren)
Samudera raya menutupi mereka; ke air yang dalam mereka tenggelam seperti batu.
Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh. (Refren)
Engkau membawa Umat-Mu dan Kaucangkokkan mereka di atas gunung milik-Mu sendiri;
di tempat yang telah Kaubuat kediaman-Mu; di tempat kudus, yang didirikan tangan-Mu, ya TUHAN. TUHAN memerintah kekal selama-lamanya." (Refren)
(atau lagu Karya Tuhan Hendak Ku Puji, Madah Bakti no. 421).
12. MENYANYIKAN LAGU KEMULIAAN
[Dianjurkan untuk memakai Madah Kemuliaan di bawah ini. Lonceng kapela bisa dibunyikan selama Lagu Kemuliaan dinyanyikan]
P : Kemuliaan kepada Allah di surga
U : dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya.
P : Kami memuji Dikau,
U : Kami meluhurkan Dikau.
P : Kami menyembah Dikau,
U : Kami memuliakan Dikau.
P : Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar.
U : Ya Tuhan Allah, raja surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa.
P : Ya Tuhan Yesus Kristus, Putera yang tunggal.
U : Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putera Bapa.
P : Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
U : Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
P : Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami.
U : Karena hanya Engkaulah kudus.
P : Hanya Engkaulah Tuhan.
U : Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus.
P : bersama dengan Roh Kudus,
U : dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.
13. DOA PEMBUKA
P : Marilah berdoa, [hening sejenak]
Allah Bapa yang mahamulia, Engkau menyemarakkan malam suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus, Putra-Mu. Peliharalah di dalam Gereja-Mu semangat putera dan puteri-Mu, yang telah Engkau anugerahkan kepada kami, serta baruilah kami lahir batin, agar dapat mengabdi Engkau dengan hati yang murni dan tulus ikhlas. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, yang
hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau, dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U : Amin
14. BACAAN EPISTOLA (Rm. 6:3-11)
L : Bacaan dari Surat Paulus kepada jemaat di Roma.
Saudara-saudari, tidak tahukah kamu bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.
Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.
Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
15. MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren:
Bersyukurlah kepada Tuhan, * kekal abadi kasih setia-Nya.
Mazmur (Mzm. 118:1-2,16ab,17,22-23)
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
“Kekal abadi kasih setia-Nya”.
Biarlah Israel berkata:
“Kekal abadi kasih setia-Nya”. (Refren)
Tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan,
tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"
Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan
perbuatan-perbuatan TUHAN. (Refren)
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita. (Refren)
16. ALLELUIA
Pemimpin menyanyikan Alleluia meriah, yang diulangi oleh seluruh yang lain, tiga kali berturut-turut dengan setiap kali tanda nada naik satu nada.
3 5 675 5 65 5 675 556 5i 67 6 5 ||
Al—le - - - lu - ya.
17. INJIL (Mat. 28:1-10)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu, menggulingkannya, lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
18. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Selamat Paskah untuk kita semua. Malam ini kita mendengarkan banyak sekali bacaan yang semuanya mengisahkan kebesaran dan keagungan Tuhan dalam upaya menyelamatkan umat manusia. Permenungan malam ini difokuskan saja pada perkataan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Yesus meminta mereka untuk menuju Galilea. Dua kali disebutkan bahwa para murid diminta untuk kembali ke Galilea, karena di sanalah mereka akan melihat Yesus.
Kita tahu, Yesus memulai semua karya-Nya di wilayah Galilea. Di sana pula, Dia memilih murid-murid-Nya dan mereka pun mengikuti-Nya ke manapun Dia pergi. Tidak salah jika kita katakan bahwa Galilea adalah kisah cinta pertama mereka. Semuanya berawal dari Galilea. Kali ini, Yesus meminta para rasul untuk kembali ke Galilea. Permintaan ini mengindikasikan bahwa Yesus ingin memulai semuanya secara baru lagi. Kegagalan para murid dalam kisah sengsara dan wafat Sang Guru membutuhkan sentuhan dan penjelasan baru. Maka, mereka diminta kembali dari titik awal lagi. Semuanya dimulai baru lagi. Kebangkitan berarti memulainya secara baru lagi.
Permintaan Yesus ini juga berlaku bagi kita. Setiap kali kita jatuh, kita mesti kembali lagi dan memulai hidup kita secara baru lagi. Tuhan selalu meminta kita untuk kembali ke Galilea hidup kita, memulainya lagi bersama Tuhan. Tuhan tidak pernah bosan untuk mengajarkan kita berulang-ulang tentang bangkit dari kelemahan dan kesalahan. Yang paling penting adalah kita terbuka dan bersedia kembali ke Galilea hidup kita. Ketika kita tidak kembali ke Galilea, kita menjadi kian tersesat dan kehilangan harapan.
Semoga niat-niat baik yang kita bangun selama masa puasa menjadi modal bagi kita untuk bangkit dan kembali ke Galilea, memulai ziarah hidup kita secara baru. Tuhan pasti akan membantu kita untuk menjadi murid yang lebih kuat dan lebih baik. Mari kita semua kembali ke Galilea, agar kita dapat melihat Yesus dan bangkit lagi dari kelemahan kehidupan kita. Selamat pesta Paskah. Tuhan memberkati kita semua.
19. SYAHADAT
P : Kini, marilah kita menyatakan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah,
Bapa yang mahakuasa…..
20. DOA UMAT
P : Saudara-saudari seiman, marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga, yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putra-Nya, dari kematian, agar kita dapat menemukan hidup sejati pada-Nya.
P : Bagi Gereja Kudus. Kita berdoa semoga seluruh Gereja menghayati peristiwa agung ini secara penuh hormat dan khidmat, sehingga iman dibangkitkan, harapan diperkokoh dan cinta kasih diteguhkan dalam diri seluruh umat beriman. Marilah kita mohon....
P : Bagi para pemimpin pemerintahan. Kita berdoa kepada Allah Bapa, semoga kebangkitan Yesus Kristus, Putra-Nya, menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat. Semoga berkat kekuatan rahmat Allah, mereka meneruskan pengembanan tugastugas demi kesejahteraan bersama secara lebih bijaksana dan bertanggung jawab. Marilah kita mohon....
P : Bagi para baptisan baru. Semoga proses pematangan iman mereka berjalan dengan baik berkat pendampingan Gereja semesta terutama umat di lingkungan sekitar mereka. Semoga mereka pun semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai kegiatan Gereja. Marilah kita mohon....
P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita berdoa semoga kita selalu ingat dan sadar akan janji pembaptisan kita, mendobrak cara hidup lama yang menjauhkan kita dari Tuhan dan sesama. Semoga kebangkitan Kristus memperteguh kita dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab kita sehari-hari. Marilah kita mohon....
P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami.
U : Amin
21. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.]
22. DOA PUJIAN
P : Saudara-saudari yang terkasih!
Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita,
sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru: Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan terceraiberai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur] Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
23A. Cara A: DENGAN KOMUNI
[Konsultasikan dengan Pastor Paroki]
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tempat penyimpanannya dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umatuntuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
24A. BAPA KAMI
Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
25A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut
menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambilberkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ----------------------------------------------------------------------------------------------
23B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
24B. BAPA KAMI
Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
25B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.
Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah, atau lagu AKU RINDU.
AKU RINDU
Madah Bakti no. 289
1. Aku rindu, akan kedatangan-Mu di dalam batinku. Biarpun aku tak pantas, menyambut Tubuh Darah-Mu. (Refr.)
2. Ku percaya akan Sabda-Mu yg membawa kehidupan. Aku serahkan cintaku pada-Mu, Juru s’lamatku. (Refr.) 3. Ya Tuhanku, cinta kasih-Mu Kau curahkan kepadaku. Kini ku balas cinta-Mu dengan mengikuti Dikau. (Refr.)
4. Aku rindu, akan Tuhan, Aku rindu akan kedatangan-Mu ya Tuhan. (Refr.)
26. MENYANYIKAN SATU LAGU KEBANGKITAN
27. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, peristiwa Paskah membuka dunia yang sungguh baru bagi kita. Yesus telah dibangkitkan oleh Allah dalam kekuatan Roh Kudus. Paskah Tuhan menjadi paskah kita. Para pengikut Kristus tidak lagi dibebani oleh dosa, sebab Kristus pemenang atas maut telah mengalahkannya. Maka kita semua sebagai anakanak Paskah hendaknya bersukacita dalam Tuhan dan dengan penuh optimis iman, berjalan maju meraih masa depan.
28. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Allah, Bapa yang kekal dan kuasa, kami bersyukur atas malam ini, karena Engkau telah memancarkan cahaya-Mu atas kami, yaitu Yesus Kristus, Putra-Mu terkasih. Kami bersyukur kepada-Mu atas pengharapan akan hidup, yang telah Engkau bangkitkan di dalam hati kami. Kami mohon, semoga kami tetap merasa bahagia atas hidup yang Engkau anugerahkan kepada kami; semoga kami tetap menjadi umat-Mu dan Engkau adalah Allah
kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
29. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda merayakan kebangkitan Tuhan kita ini sudah selesai, alleluia, alleluia.
U : Syukur kepada Allah, alleluia, alleluia.
30. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi Kabar Gembira kemenangan-Nya.
U : Amin.
31. LAGU PENUTUP. (sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).