Pesawat Tempur F-15E AS Ditembak Jatuh di Iran, AS Kerahkan Tim Penyelamat di Langit Iran
Rustam Aji April 04, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEHERAN – Militer Amerika Serikat tengah berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi dua awak pesawat tempur F-15E Strike Eagle yang jatuh ditembak sistem pertahanan udara Iran di wilayah Iran tengah, Jumat (3/4/2026).

Di tengah ketidakpastian nasib kru, Teheran mengeluarkan pernyataan kontradiktif dengan menjanjikan hadiah bagi warga yang berhasil menyerahkan "pilot musuh" kepada pihak berwenang.

Insiden ini terkonfirmasi setelah media pemerintah Iran merilis rekaman puing-puing pesawat pada Jumat pagi.

Meski awalnya diklaim sebagai F-35, analisis pakar penerbangan dan laporan internal Pentagon memastikan bahwa puing tersebut milik skuadron ke-494 Angkatan Udara AS.

Foto yang beredar menunjukkan kursi pelontar tipe ACES II—standar jet F-15E—ditemukan dalam kondisi rusak, memperkuat indikasi bahwa setidaknya satu kru berhasil melontarkan diri sebelum benturan.

Baca juga: Superioritas Udara AS Terancam: Iran Lumpuhkan Belasan Drone Canggih MQ-9 Reaper di Isfahan

Upaya Penyelamatan Pilot Menegangkan

Ketegangan meningkat di lapangan saat militer AS terpantau mengerahkan aset penyelamatan di wilayah udara yang sensitif.

Laporan The Guardian menyebutkan sebuah pesawat C-130 Hercules dan helikopter HH-60 Pavehawk milik AS terlihat terbang rendah dalam formasi pengisian bahan bakar di udara.

"Penggunaan helikopter Pavehawk mengindikasikan misi pencarian dan penyelamatan tempur (CSAR) sedang berlangsung secara aktif untuk mengevakuasi dua awak pesawat," ujar Justin Bronk, pakar penerbangan dari Royal United Services Institute (RUSI).

Informasi ini mematahkan klaim awal Teheran yang menyebut kru pesawat kemungkinan tewas dalam insiden tersebut. Di sisi lain, sebuah saluran televisi nasional Iran menyerukan sayembara kepada warga sipil untuk memburu sisa awak yang mungkin masih bersembunyi.

Pihak Pentagon sendiri belum memberikan komentar resmi terkait kronologi jatuhnya pesawat maupun status terkini para personelnya.

Baca juga: Dianggap Tidak Efisien, Pemkab Jepara Tak Berlakukan WFH Setiap Jumat

Namun, pejabat AS secara anonim mengakui kehilangan pesawat tersebut dan menegaskan bahwa upaya pencarian menjadi prioritas utama saat ini.

Kejadian ini menandai eskalasi militer paling signifikan di kawasan tersebut dalam beberapa tahun terakhir, mengingat F-15E merupakan aset strategis AS yang dilengkapi dengan sistem pertahanan elektronik canggih.

Jatuhnya pesawat oleh sistem pertahanan udara baru Iran menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas teknologi militer kedua negara di zona konflik. (m zaenuddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.