TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam penanganan sampah organik, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar menargetkan setiap sekolah ada teba modern baik negeri maupun swasta.
Selain itu, komposter bag juga telah didistribusikan ke sekolah-sekolah.
"Di sekolah sudah ada teba modern, juga ada komposter bag, sehingga masalah sampah organik bisa terselesaikan," papar Kepala Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama, Sabtu 4 April 2026.
Wiratama menyebut, pembuatan teba modern di sekolah dilakukan dengan kolaborasi berbagai pihak.
Baca juga: KRONOLOGI Lansia Terpeleset ke Jurang Tebing Tukad Jinah di Desa Takmung, Diduga Hendak Buang Sampah
Kolaborasi ini berasal dari anggaran Disdikpora, DLHK Denpasar, yayasan, dana bos, hingga CSR.
Dengan begitu pembuatan teba modern ini bisa terealisasi dengan baik.
"Sudah banyak sekolah yang punya. Sekarang kami juga sedang membuat teba modern dengan anggaran Dikpora. Kurang lebih sekitar 200 unit," paparnya.
Pihaknya juga menyebut, sampah organik dikelola di sekolah untuk kompos dengan memanfaatkan komposter bag maupun teba modern.
Sedangkan sampah yang keluar dari sekolah hanya sampah residu.
Sementara untuk pengelolaan sampah anorganik dikerjasamakan dengan bank sampah.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau kantin sekolah agar tidak menjual makanan dengan kemasan plastik.
"Kami imbau agar kantin sekolah kalau bisa agar tidak lagi menjual kemasan plastik," paparnya.
Hal itu dilakukan untuk mengurangi produksi sampah plastik di sekolah. (*)