TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Umat muslim di Kota Sorong, Papua Barat Daya diajak menjadi insan Rabbani dan konsisten melaksanakan ibadah kepada Tuhan-Nya.
Ajakan itu disampaikan saat salat Jumat di Masjid Babussalam, Bandara Domine Edward Osok (DEO), Kota Sorong, Papua Barat Daya, 3 April 2026.
Ustaz Muhammad Adnan Firdaus seorang mubaligh Kota Sorong mengatakan, esensi manusia yakni Rabbani berarti telah memiliki pengetahuan, mengamalkan dan mengajarkannya.
"Kita (hamba) dalam menyembah Allah SWT, harus totalitas dan jangan hanya terbatas oleh cuaca atau musim," ujar Adnan kepada TribunSorong.com,
Diketahui, Ramadan adalah trigger (pemicu), sehingga selepas dari momentum itu setiap insan yang keluar tetap konsisten ibadah.
Baca juga: 3 Amalan Utama di Bulan Rajab, Ustaz Agus Iriana Sebut Sedekah Lancarkan Urusan, Perbanyak Puasa
Baca juga: Ustaz Abdul Somad Ajak Jaga Spirit Persatuan dalam Tablig Akbar di Masjid Raya Al-Akbar Kota Sorong
Adnan menegaskan, momentum Ramadan adalah semacam alat (perantara), posisinya bukan sebuah tujuan bagi setiap umat Islam.
"Ramadan adalah bagian dari hamba Allah SWT, kita tetap menyembah kepada sang maha pencipta yang maha kekal," katanya.
Dijelaskan bahwa sebagian orang sufi telah konsisten, penyembahan terhadap Allah SWT mulai dari ibadah, gerak gerik dan setiap lisan yang keluar semata-mata untuk Tuhan-Nya.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak agar umat muslim tidak hanya mensakralkan bulan Ramadan, setelah momen itu selesai maka mereka kembali malas.
"Kita sudah komitmen dengan Allah SWT bahwa salat, hidup dan mati hanya untuk Allah SWT, sehingga ibadah jangan padat di ramadan dan bulan lain tidak," tegasnya.
Adnan berpesan, setiap umat muslim harus bisa konsisten dalam beribadah, semua itu jangan hanya dilakukan pada bulan tertentu, sebab ditakutkan justru mensakralkan bulan.(tribunsorong.com/safwan ashari)