Harga Bensin Eceran di Pasangkayu Mulai Naik, Warga Menduga Ada Penimbunan BBM
Abd Rahman April 04, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU- Harga bensin eceran di Kabupaten Pasangkayu mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. 

Kondisi ini dikeluhkan warga karena mulai menyulitkan mereka mendapatkan bahan bakar, terutama di tingkat pengecer.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Sabtu (4/4/2026), tampak sejumlah pedagang bensin eceran di beberapa wilayah mulai menaikkan harga jual dari biasanya. 

Baca juga: Kisah Muh Yunus, Anak Petani Asal Polman Jadi Wisudawan Terbaik S2 Hukum Unhas, Raih IPK 3,96

Baca juga: Ramalan Shio Sabtu 4 April 2026, Kuda Berbunga-bunga Bertemu Orang Baru, Kerbau Harus Sabar

Kenaikan ini disebut dipicu oleh keterbatasan stok yang mereka peroleh.

Salah seorang pedagang di Desa Randomayang, Kecamatan Bambalamotu, Risal, mengaku terpaksa menaikkan harga bensin ecerannya karena pasokan yang semakin sulit didapatkan.

“Stok sekarang mulai terbatas, jadi mau tidak mau harga kita naikkan,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Tak hanya itu, di sejumlah titik lain, beberapa pedagang bahkan terlihat sudah tidak lagi memiliki stok bensin untuk dijual. 

Kondisi ini membuat warga harus berkeliling lebih jauh untuk mendapatkan bahan bakar.

Kenaikan harga pun mulai terasa di tingkat konsumen. 

Untuk bensin eceran dalam botol kecil kini dijual dengan harga Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per botol, naik dari harga sebelumnya sekitar Rp13 ribu.

Sementara itu, untuk botol besar, harga kini mencapai Rp22 ribu per botol dari sebelumnya Rp20 ribu. 

Adapun jenis Pertamax dijual lebih tinggi lagi, yakni menyentuh Rp23 ribu per botol besar.

Situasi ini memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. 

Warga mulai resah dengan beredarnya isu kenaikan harga BBM yang disebut-sebut akan terjadi dalam waktu dekat.

Selain itu, masyarakat juga mencurigai adanya potensi penimbunan BBM oleh oknum tertentu, yang diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan di tingkat pengecer.

“Takutnya memang karena isu kenaikan ini, jadi ada yang sengaja menimbun,” kata salah seorang warga.

Warga pun berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan BBM tetap stabil serta mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat luas.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.