TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Cabang Dinas Pendidikan setempat berkolaborasi memberikan perlindungan bagi para siswa yang sedang menjalani magang di industri.
Langkah ini diambil mengingat tingginya risiko kecelakaan kerja yang mungkin dihadapi siswa.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, mengimbau kepada seluruh pihak terkait agar tidak ragu mendaftarkan para siswa ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.
Menurutnya, hal ini adalah bentuk investasi keamanan bagi para pekerja muda atau siswa magang.
"Kembali lagi ke BPJS Ketenagakerjaan, ini asuransi perlindungan saat para siswa menjalani magang," katanya, Jumat (3/4/2026).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan, M. Ardiyanto, menyatakan perlindungan ini merupakan hal yang sangat krusial.
Karena menyangkut nasib masa depan generasi muda.
"Bagaimana kemudian kita ikut hadir menjaga keselamatan anak-anak kita, khususnya ketika melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang," jelasnya.
Baca juga: Vakum 3 Tahun, CFD Trenggalek Hadir Kembali Dorong Perputaran Ekonomi UMKM
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Nganjuk, Tri Boeana Widayanti menjelaskan bahwa siswa magang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
Risiko di industri, apalagi yang menggunakan alat berat, tentu tidak bisa disepelekan.
"Perlindungan ini mencakup seluruh masa selama siswa melaksanakan program magang, sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, siswa dan keluarga sudah memiliki jaminan perlindungan yang pasti," tutupnya.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik