DPRD Musi Rawas Turun Tangan Kawal Kasus Sopiah yang Ditemukan Tewas di Jurang Liku 9 Kepahiang
Ricky Jenihansen April 04, 2026 12:35 PM

 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Kasus kematian Sopiah (22), warga Musi Rawas yang ditemukan tewas di Jalan Lintas Liku 9 Kepahiang pada Selasa (10/3/2026), belum terungkap hingga hampir satu bulan, membuat DPRD Musi Rawas turun tangan mengawal penanganannya.

Diketahui, Sopiah merupakan remaja berusia 22 tahun yang ditemukan tewas di tumpukan sampah di Jalan Lintas Liku 9 Kepahiang, Provinsi Bengkulu pada Selasa, 10 Maret 2026 lalu.

Hanya saja, hingga saat ini kasus kematian korban yang ditangani oleh pihak Polres Kepahiang belum menemukan titik terang, dan penyebab kematiannya belum terungkap.

Dengan waktu yang hampir 1 bulan dan belum terungkapnya kasus kematian Sopiah, hal itu mengundang simpatik dari beberapa kalangan masyarakat, baik di Musi Rawas maupun di Kota Lubuklinggau.

Setelah sebelumnya, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Peduli Sopiah juga menunjukkan kepedulian dengan melakukan aksi damai di Kantor DPRD dan Mapolres Musi Rawas.

Kali ini, simpatik tersebut datang dari Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di Musi Rawas dan Lubuklinggau.

Namun, simpatik ditunjukkan dengan menggelar doa bersama.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Masjid Agung Darussalam Muara Beliti usai pelaksanaan Sholat Jumat.

Pantauan wartawan Sripoku.com di lapangan, selain sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan beberapa organisasi kepemudaan, juga hadir Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cikolah.

Hadir juga kedua orang tua Sopiah, yakni Sahimin (65) dan Rusila (61), serta beberapa kerabat dan Pemerintah Desa setempat.

Baca juga: Polisi Lakukan Tes DNA 2 Pria untuk Ungkap Ayah Bayi Sopiah, Gadis yang Tewas di Liku 9 Kepahiang

Pernyataan Mahasiswa dan DPRD

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa mengaku akan mengawal kasus kematian sopiah Sopiah dan mendesak pihak kepolisian agar dapat bekerja dengan maksimal, sehingga kasus tersebut dapat terungkap dengan cepat.

"Aksi kami hari ini murni karena bentuk kepedulian kami kepada korban. Kami juga akan mengawal kasus ini agar cepat terungkap," kata salah satu mahasiswa dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua DPRD Musi Rawas, Firdaus Cikolah mengatakan, mewakili pihak keluarga mengucapkan terimakasih atas kepedulian kepada korban Sopiah.

"Hari ini adalah bentuk kepedulian mereka atas peristiwa meninggalnya almarhumah Sopiah. Kami dari pihak keluarga mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih," kata Firdaus.

Dalam kegiatan ini lanjut Firdaus, para mahasiswa bersama pihak keluarga ini menggelar doa bersama, yang ditujukan selain kepada almarhumah juga mendoakan pihak kepolisian agar diberikan kekuatan dan petunjuk untuk segera mengungkap kasus tersebut.

"Kami berharap pelaku bisa segara ditangkap dan diadili. Selain ini, kami dari DPRD akan mengawal kasus ini sampai ke di pengadilan," tutupnya.

Tangis Orang Tua Sopiah

Sementara itu, tangis orangtua Sopiah pecah saat meminta keadilan atas kematian putrinya yang ditemukan tewas dalam kondisi hamil di jurang Liku 9, Kepahiang.

Dengan suara bergetar, mereka mempertanyakan nasib anaknya sambil mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut.

Kondisi tersebut membuat pihak keluarga sangat terpukul dan sulit menerima kenyataan.

Mereka pun meminta agar dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian Sopiah. 

Rusila, ibu korban, tak kuasa menahan kesedihan. Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang sulit, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan putri bungsunya dengan cara yang tidak wajar. 

“Apa karena kami ini orang miskin, sampai tega orang membuang mayat anak kami di tengah tumpukan sampah di Kepahiang sana,” ungkap Rusila dengan suara bergetar pada Jumat (27/3/2026). 
Ia pun memohon kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap siapa pelaku di balik kematian anaknya. 

“Tolong pak polisi, siapa pelaku yang tega membunuh dan membuang anak kami. Kami berharap kasus ini segera terungkap,” pinta Rusila. 

Sementara itu, pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Kepahiang masih melakukan penyelidikan intensif.

Polisi juga menunggu hasil autopsi jenazah untuk memastikan penyebab kematian korban. 

Kasus ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat kondisi korban yang sedang hamil serta ditemukannya jasad di lokasi yang tidak layak, menambah duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

KASUS SOPIAH: (Kiri) Sahamin, ayah Sopiah (22), warga Desa Sungai Pinang, Musi Rawas. (Tengah) Proses evakuasi jasad Sopiah dari jurang di kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu. (Kanan) Potret Sopiah semasa hidup sebelum ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/3/2026).
KASUS SOPIAH: (Kiri) Sahamin, ayah Sopiah (22), warga Desa Sungai Pinang, Musi Rawas. (Tengah) Proses evakuasi jasad Sopiah dari jurang di kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu. (Kanan) Potret Sopiah semasa hidup sebelum ditemukan meninggal dunia pada Selasa (10/3/2026). (TribunBengkulu.com/Bima Kurniawan)

Penyelidikan Polisi

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, mengatakan bahwa rekaman CCTV tersebut didapatkan setelah pihak kepolisian bekerja sama dengan Dinas Kominfo Kepahiang.

"CCTV kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv," kata Bintang.

Namun demikian, pihaknya belum dapat mengungkap detail isi rekaman CCTV yang telah diamankan tersebut.

Pihaknya juga dapat mengungkap hasil autopsi dan visum korban karena belum dikeluarkan dari dokter.

"Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan," ucap Bintang.

Sementara itu, dalam proses penyelidikan, pihaknya sudah memeriksa sekitar delapan orang saksi yang berasal dari berbagai daerah.

"Kasus Sopiah teridentifikasi korban memang warga dari Musi Rawas, untuk itu sudah dilakukan pemeriksaan kepada delapan saksi yang nantinya akan terus dilakukan pengembangan. Delapan saksi ini ada warga dari Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau," jelas Bintang.

Lanjut Bintang, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," ungkap Bintang.

Di sisi lain, sudah dilakukan pengambilan DNA korban beserta sang anak untuk dilakukan pencocokan terhadap ayah dari anak korban.

"Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan di cocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah," beber Bintang.

Tes DNA 2 Pria

Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama mengungkapkan, pihaknya telah melakukan tes memeriksa 8 saksi dari berbagai daerah dan melakukan tes DNA terhadap 2 pria.

"Kasus Sopiah teridentifikasi korban memang warga dari Musi Rawas, untuk itu sudah dilakukan pemeriksaan kepada delapan saksi yang nantinya akan terus dilakukan pengembangan. 

Delapan saksi ini ada warga dari Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau," jelas Bintang.

DNA itu nantinya akan dicocokan dengan DNA bayi yang ditemukan dalam perut korban Sopiah.

"Ada sampel DNA yang diambil dari korban, ibu dan anak yang nantinya akan di cocokan kepada siapa ayah dari anak tersebut dan ada dua saksi yang dilakukan pencocokan DNA, tidak tutup kemungkinan akan bertambah," beber Bintang.

Namun demikian, pihaknya belum dapat memberikan keterangan terkait keterlibatan saksi, modus, dan motif karena masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk yang mengarah ke calon tersangka sampai saat ini masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," ungkap Bintang.

Selain itu, hasil autopsi dan visum korban juga belum dikeluarkan dari dokter.

"Hasil visum awal maupun autopsi dari dokter belum dikeluarkan," ucap Bintang.

Selain itu, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Kominfo untuk mendapatkan CCTV di sekitar kejadian.

"Cctv kita sudah bekerjasama dengan kominfo dan sudah mengambil 2 titik hasil rekaman cctv," pungkas Bintang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.