Kisah Duka ke Dapur Usaha: Keripik Pedas Manis RICCO UMKM Pekalongan Tembus Ritel Modern
muh radlis April 04, 2026 02:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kisah ketangguhan seorang pelaku UMKM di Kota Pekalongan kembali mengemuka.

Berangkat dari kondisi kehilangan suami, Furoah memilih bangkit dengan merintis usaha makanan ringan rumahan.


Setelah melalui berbagai percobaan usaha, ia kini menemukan jalannya melalui produk keripik singkong pedas manis bermerek RICCO yang mulai dikenal luas dan bahkan berhasil menembus jaringan ritel modern seperti Alfamart.

Furoah mengisahkan, usaha yang dirintisnya sekitar tahun 2014 itu tidak langsung berjalan mulus.

Ia sempat mencoba berjualan aneka kue seperti sus dan risol, namun belum menemukan keberlanjutan usaha yang stabil.


Hingga akhirnya, ia memilih fokus pada keripik pedas manis berbahan dasar singkong, melihat kebiasaan masyarakat Indonesia yang gemar mengonsumsi camilan gurih dan pedas.


"Keripik singkong ini relatif aman dari sisi ketersediaan bahan baku, dan orang Indonesia memang suka rasa pedas.

Apalagi kalau dipadukan dengan manis, gurih, dan sedikit asam, rasanya jadi lebih kaya," ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Baca juga: Ini Syarat Ketat Bagi ASN di Banyumas yang WFH Tiap Jumat


Nama RICCO sendiri diambil dari bahasa Italia yang berarti 'kaya' mencerminkan cita rasa produknya yang berlapis gurih, pedas, manis, hingga sedikit asam sebagai pelengkap.

Meski demikian, sensasi pedas tetap menjadi rasa dominan yang membuat produk ini digemari.


Dalam perjalanan usahanya, Furoah sempat menggunakan bahan baku 'gelo', sejenis umbi-umbian yang menghasilkan keripik lebih renyah dibandingkan singkong.


"Namun, keterbatasan stok di pasaran membuatnya beralih ke singkong yang lebih mudah didapat.

Meski begitu, tetap menjaga kualitas rasa dengan metode produksi yang konsisten, termasuk menakar bahan baku secara presisi," imbuhnya.


Pemasaran awal dilakukan dengan menitipkan produk di toko-toko sekitar Kota Pekalongan, kemudian berkembang hingga menjangkau wilayah Kabupaten Pekalongan, Batang, Comal, Pemalang, dan Tegal.


Meski kini distribusi di beberapa daerah tersebut tidak lagi berjalan, justru pencapaian baru berhasil diraih dengan masuknya produk RICCO ke jaringan Alfamart di Kota Pekalongan.


"Masuk Alfamart itu membanggakan sekali. Banyak orang yang sebelumnya belum tahu jadi mengenal produk kami, dan penjualan pun meningkat," katanya.


Meski demikian, Furoah mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama keterbatasan modal dan sistem pembayaran di ritel modern yang membutuhkan waktu pencairan cukup lama.

Untuk mengatasinya, ia berusaha mengelola perputaran modal secara cermat agar usaha tetap berjalan.


Saat ini, usaha RICCO masih dikelola secara mandiri tanpa tambahan tenaga kerja. Namun, Furoah berharap ke depan usahanya terus berkembang sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.


Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk sebagai kunci utama agar konsumen melakukan pembelian ulang.


"Kalau rasanya konsisten dan enak, orang pasti balik lagi," ujarnya.


Furoah mengajak, masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal. Menurutnya, dukungan terhadap UMKM sangat penting dalam menggerakkan perekonomian dan mengurangi angka pengangguran.


"Kalau kita tidak mendukung produk lokal, produk impor bisa merajalela. Padahal, dengan membeli produk dalam negeri, kita ikut membantu kesejahteraan masyarakat sendiri," tegasnya.


Usaha keripik RICCO beralamat di Jalan Sugihwaras Gang 9 Nomor 31, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, dan terus berupaya memperluas jangkauan pasar dengan harapan dapat bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan industri makanan ringan. (Dro)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.