Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, KARAWANG- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang mencatat ribuan remaja terjangkit diabetes melistus (DM).
Berdasarkan data jumlah warga yang terjangkit Diabetes Melitus (DM) mencapai 52.100 orang sepanjang tahun 2025. Dari jumlah itu 3.445 kasus dialami remaja.
Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu, menyampaikan bahwa meskipun penyakit ini tidak menular, jumlah kasusnya tergolong tinggi dan kini tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga kelompok usia produktif.
Ia menegaskan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin.
“Tujuan cek kesehatan gratis ini agar masyarakat mengetahui faktor risiko, mendapatkan edukasi, serta penanganan dini jika ditemukan penyakit,” ujar Yayuk pada Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan data Dinkes Karawang, jumlah penderita perempuan tercatat lebih tinggi yakni 32.506 orang, dibandingkan laki-laki sebanyak 19.594 orang.
Dilihat dari kelompok usia, kasus terbanyak berada pada rentang usia 20 hingga 54 tahun dengan total 25.713 kasus. Sementara pada usia di atas 55 tahun tercatat sebanyak 22.938 kasus.
Adapun pada kelompok usia remaja 15 hingga 19 tahun ditemukan sebanyak 3.445 kasus. Bahkan, kasus juga ditemukan pada anak di bawah usia 15 tahun meskipun relatif kecil, yakni sebanyak 4 kasus.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Diabetes Melitus tidak lagi identik sebagai penyakit orangtua, melainkan telah merambah usia muda.
"Ini patut diwaspadai karena banyak remaja terkena diabetes dan ada juga anak-anak," kata Yayuk.
Yayuk menjelaskan, diabetes melitus terbagi menjadi dua jenis utama, yakni tipe 1 dan tipe 2.
Tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak akibat gangguan autoimun yang menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin.
Sementara tipe 2 lebih banyak dialami orang dewasa dan berkaitan erat dengan pola hidup tidak sehat.
Beberapa faktor yang memicu meningkatnya kasus diabetes antara lain konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat, kurang aktivitas fisik, obesitas, serta pengelolaan stres yang kurang baik.
Selain itu, faktor keturunan juga dapat berpengaruh meskipun persentasenya relatif kecil.
Dinas Kesehatan Karawang pun terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan program cek kesehatan gratis (CKG) yang tersedia di puskesmas maupun layanan kesehatan lainnya sebagai langkah pencegahan dan pengendalian penyakit.
“Jangan takut periksa, karena semakin cepat diketahui, semakin baik penanganannya,” kata dia. (MAZ)