Serangan udara Amerika Serikat-Israel terhadap Universitas Teknologi Sharif di Teheran disorot dunia.
Laporan menyebutkan serangan itu menargetkan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) yang tengah dikembangkan secara masif.
Fokus serangan secara spesifik tersebut diduga mengindikasi adanya upaya melumpuhkan kemajuan teknologi Iran.
Penargetan itu juga menjadi satu upaya sistematis untuk melumpuhkan kapabilitas intelektual Iran.
Diketahui institusi tersebut merupakan pusat keunggulan akademik para talenta terbaik di bidang teknik dan sains.
Sejumlah infrastruktur vital di dalam kampus dilaporkan rusak akibat serangan tersebut.
Fasilitas komputasi hingga pusat data menjadi sasaran empuk rudal-rudal AS-Israel.
Langkah itu dinilai menjadi kekhawatiran pihak Barat dan Israel terhadap kemajuan teknologi Iran.
Seorang pejabat keamanan regional menyebut penyerangan ini bukanlah suatu kebetulan.
"Serangan terhadap universitas dan pusat teknologi adalah pesan jelas untuk mematikan otak dari kemajuan militer Iran di masa depan," ungkap sumber tersebut.
Penghancuran teknologi kecerdasan buatan berakibat pada sulitnya pemulihan pemulihan teknologi.
Pihak Iran lantas merespons serangan tersebut dengan kecaman.
Hal itu dinilai melanggar hukum internasional hingga norma kemanusiaan.