Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pengelola wisata Pantai Pasar Bawah, Kabupaten Bengkulu Selatan, memastikan tidak ada pungutan liar (pungli) terkait tarif parkir selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026.
Penegasan ini disampaikan untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai biaya masuk dan parkir di kawasan wisata tersebut.
Keluhan masyarakat sebelumnya muncul karena adanya dugaan pungutan yang tidak resmi.
Sehingga dinilai menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah pengunjung di Pantai Pasar Bawah pada momen Lebaran tahun ini.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bengkulu Selatan Maroni menjelaskan, pungutan yang dilakukan pihaknya bersifat legal dan telah sesuai dengan peraturan daerah.
Seluruh pemasukan dari karcis masuk dan parkir disetorkan kepada pemerintah daerah melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
“Sesuai perda, tarif karcis parkir berkisar Rp2 ribu hingga Rp3 ribu,” ujar Maroni saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (6/4/2026).
Maroni mengakui, jumlah petugas parkir saat libur Lebaran mencapai sekitar 20 orang. Hal ini dilakukan untuk mengatur arus kendaraan dengan jarak penjagaan sekitar 10 meter per petugas, agar kendaraan dapat keluar masuk dengan tertib.
Menurutnya, penambahan petugas parkir tersebut tidak melanggar aturan dan justru bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengunjung.
“Memang petugas parkir diperbanyak, dan itu tidak menyalahi aturan. Kami tidak melakukan pungli karena semuanya legal dan ada setoran ke pemerintah,” tegasnya.
Pengelolaan karcis masuk dan parkir dipisahkan dari kontrak kegiatan hiburan selama Lebaran.
Keduanya memiliki mekanisme yang berbeda meskipun sama-sama diterapkan saat momen keramaian.
Ia menyebutkan, pihaknya akan menjadikan berbagai keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi ke depan.
Termasuk kemungkinan meniadakan pungutan parkir pada event tertentu seperti Tahun Baru, Idul Fitri, maupun Idul Adha melalui kerja sama dengan dinas pariwisata.
“Kedepannya ini menjadi pelajaran bagi kami. Mudah-mudahan ke depan bisa ada perubahan dan kerja sama dengan dinas pariwisata untuk penataan yang lebih baik,” jelas Maroni.
Berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Pasar Bawah, seperti pembangunan fasilitas bermain anak, penambahan gazebo, penghijauan, serta penataan pedagang agar pengunjung merasa lebih nyaman.
Dengan pengelolaan yang lebih baik dan transparan, diharapkan kepercayaan masyarakat meningkat.
Sehingga jumlah pengunjung ke Pantai Pasar Bawah dapat kembali bertambah pada momen liburan berikutnya.