TRIBUNNEWS.COM - Aksi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menjadi viral di media sosial. Ia mencuri perhatian berkat aktivitasnya di luar lapangan.
Kehadiran John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia tak hanya menarik perhatian dari sisi taktik di lapangan, tetapi juga lewat pendekatannya di luar pertandingan.
Dalam dua pertandingan yang ia pimpin, yakni saat Indonesia melawan St Kitts and Nevis serta Bulgaria, John Herdman terlihat sangat ekspresif.
Ia terus berdiri di pinggir lapangan dan cukup aktif memberi instruksi kepada pemain, bahkan ketika dalam posisi unggul.
Dan kini, aksi John Herdman yang menyita perhatian juga terjadi di luar lapangan, di luar pekerjaannya melatih Timnas Indonesia.
Pelatih asal Inggris itu menunjukkan sisi humanis yang langsung terasa dekat dengan masyarakat Indonesia.
John Herman terekam kamera menikmati waktu di Indonesia dengan berlibur ke kawasan Pantai Kuta Mandalika, Lombok.
Bukan hanya bersantai di tepi pantai, pelatih 50 tahun itu turut bermain sepak bola bersama pemuda setempat di pinggir pantai.
Dalam video yang oleh akun Tiktok @putrayewwww itu John Herdman terlihat cukup asyik, bahkan ia turut melepaskan baju sehingga bertelanjang dada layaknya warga lokal.
Aksi sederhana ini meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi masyarakat yang melihat langsung sosok pelatih Timnas Indonesia begitu dekat dan bersahaja.
Pendekatan Herdman ini dinilai sebagai langkah cerdas dalam membangun kedekatan, baik dengan pemain maupun suporter.
Apalagi, tak bisa dipungkiri sebagian pecinta timnas masih memiliki kedekatan emosional dengan pelatih sebelumnya, yakni Shin Tae-yong.
Namun alih-alih sekadar meniru, Herdman menunjukkan caranya sendiri: hadir langsung di tengah masyarakat, berinteraksi, dan menjadi bagian dari lingkungan.
Ketua BTN PSSI, Sumardji, sebelumnya juga menyebut bahwa pelatih John Herdman memiliki keunggulan dalam membangun hubungan.
Menurutnya, Herdman tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga bagaimana menciptakan chemistry antara pelatih, staf, dan pemain.
Pendekatan tersebut sudah mulai terlihat, meski ia baru sekitar satu pekan bekerja bersama skuad secara penuh saat momen FIFA Series 2026 akhir Maret lalu.
"Sesuai harapan sejak awal kita memilih John, saya melihat bersama teman-teman di PSSI bahwa dia sosok yang tepat. Dia mampu mengambil hati para pemain, itu yang paling penting," ujar Sumardji di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu (29/3/2026).
"Momentum ini dimanfaatkan untuk membangun chemistry. Memang ini masih proses karena baru sekitar satu minggu bersama," jelasnya.
"Dia selalu mengedepankan bagaimana chemistry antara pelatih, asisten, dan pemain itu bisa terjalin dengan baik," lanjutnya.
Baca juga: Ketua BTN Sumardji Tetap Puas Lihat Performa Timnas Indonesia Lawan Bulgaria: Progresnya Bagus!
Apa yang dilakukan Herdman menunjukkan bahwa perannya bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai figur pemersatu.
Kehadiran Herdman merupakan bagian dari proyek besar menuju Piala Dunia 2030. Karena itu, proses yang dijalani saat ini lebih menitikberatkan pada pembangunan fondasi tim.
Dari sisi permainan, dua laga awal yang dilakoni Timnas Indonesia menunjukkan kesan positif bagaimana Garuda bermain.
Meski saat melawan Bulgaria secara skor kalah 1-0, tapi secara permainan Indonesia tidak bisa dikatakan kalah.
Di bawah asuhan John Herman, Indonesia bisa tampil dominan melawan tim Eropa yang rankingnya terpaut jauh di atas.
Ini menjadi tanda positif bagaimana Indonesia berproses dengan target jangka panjang lolos ke Piala Dunia 2030.
Dukungan publik pun diharapkan terus mengalir, mengingat perjalanan Timnas Indonesia masih panjang dan penuh tantangan.
"Kami harapkan dukungan penuh dari semua pihak. Ini proses panjang, targetnya sampai 2030, sehingga tim bisa terus berkembang dan semakin baik," harap Sumardji.
(Tribunnews.com/Tio)