IAS Support Integrasikan 4.441 Tenaga Alih Daya dari Angkasa Pura
Hasanudin Aco April 04, 2026 12:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  — PT IAS Support Indonesia (IAS Support) resmi mengintegrasikan 4.441 tenaga alih daya dari PT Angkasa Pura Indonesia sebagai bagian dari penataan portofolio sumber daya manusia di Operation Support IAS Group.

Langkah ini menandai babak baru perjalanan transformasi identitas menjadi IAS Support People yang lebih terstruktur, profesional, dan berorientasi pada keunggulan layanan. 

Direktur Utama PT IAS Support Indonesia, Muhammad Putra Pariadi mengatakan, proses transisi ini telah dipersiapkan secara bertahap sejak Februari 2026 melalui tiga tahapan utama yakni perencanaan, konsolidasi, dan implementasi lapangan. 

"IAS Support melakukan koordinasi internal, pemetaan kebutuhan operasional, serta penyiapan struktur kerja di seluruh titik layanan untuk memastikan proses peralihan berjalan terukur dan terkendali," ujarnya dikutip pada Sabtu, 4 April 2026.

Manajemen IAS Support telah melaksanakan rangkaian sosialisasi kepada tenaga alih daya di 15 cabang pada 8–13 Maret 2026, melibatkan manajemen pusat dan area. 

Pasca-sosialisasi, seluruh tenaga kerja melengkapi administrasi sesuai kebijakan perusahaan tanpa mengganggu kelangsungan operasional bandara di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia.

Berdasarkan pemetaan data terkini, per 1 April 2026 tercatat sebanyak 4.441 tenaga alih daya resmi bergabung bersama IAS Support Indonesia, dengan komposisi 3.534 laki-laki atau sekitar 80 persen dan 907 perempuan atau sekitar 20 persen. 

Sebaran usia tenaga kerja berada pada rentang 19 hingga 56 tahun dan didominasi usia produktif, sehingga menjadi fondasi SDM yang kuat untuk menjaga kualitas layanan dan keberlangsungan operasional bandara.

Dengan bergabungnya tenaga alih daya dalam proses transisi ini, jumlah sumber daya manusia PT IAS Support Indonesia kini mencapai 17.703 personel yang tersebar di berbagai wilayah kerja strategis di Indonesia. 

Jumlah tersebut mempertegas peran IAS Support Indonesia sebagai salah satu penyedia layanan pendukung bandara dengan skala operasional besar, sekaligus menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlangsungan layanan dan kualitas operasional di lingkungan PT Angkasa Pura Indonesia.

Muhammad Putra Pariadi, mengatakan, keberhasilan transisi tidak hanya bertumpu pada sistem, tetapi terutama pada komitmen individu. 

“Hari ini adalah awal perjalanan baru. IAS Support Indonesia tidak hanya menerima rekan-rekan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar yang akan tumbuh bersama. Dengan satu komitmen dan satu tujuan, kita dapat memberikan kontribusi terbaik dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya. 

Direktur Human Capital PT Integrasi Aviasi Solusi (IAS)Israwadi menegaskan integrasi ini merupakan bagian dari agenda besar penataan portofolio IAS Group untuk membangun perusahaan yang lebih terintegrasi, efisien, dan profesional.

“Integrasi tenaga alih daya ini memperkuat ekosistem layanan IAS Group dan menjadi langkah penting dalam menjawab tantangan industri aviasi yang dinamis,” ungkapnya. 

IAS Support Indonesia telah menyiapkan struktur pengelolaan SDM, sistem pelaporan operasional, dan mekanisme pengawasan layanan dengan target zero disruption selama masa transisi.

Langkah ini diikat melalui empat pilar utama yakni keterlibatan langsung jajaran direksi, kehadiran stakeholder strategis, simbolisasi penyatuan identitas, serta deklarasi komitmen bersama sebagai IAS Support People.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.