TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - BMKG Jambi memprediksi, El Nino pada 2026 menyebabkan kemarau lebih ekstrem ketimbang tahun 2025 kemarin.
Hal itu disampaikan Prakirawan Cuaca BMKG Jambi, Luckita Theresia, saat ditemui Tribunjambi.com di kantornya, Sabtu (4/4/2026).
Dia mengatakan, hal itu disebabkan pada 2025 kemarin masih terjadi La Nina, sehingga curah hujannya sedikit lebih banyak.
Namun, pada saat ini musim kemarau diprediksi lebih panjang ketimbang musim hujan.
“Karena, kalau melihat tahun 2025 kita posisinya masih La Nina, jadi hujannya sedikit lebih banyak,” katanya.
Dia menuturkan, suhu normal pada 2025 kemarin berkisar 32 hingga 34 derajat celcius. Sementara, kedepannya diprediksi sekira 34 hingga 36 derajat celcius.
“Mungkin untuk 2026, mengingat El Nino akan naik, mungkin diprediksi bisa mencapai ke tiga 44 hingga 36 derajat celsius,” tuturnya.
Luckita menjelaskan, seluruh wilayah di Provinsi Jambi akan terdampak El Nino, sebab skala El Nino lebih luas.
Baca juga: Pesawat Tempur Jet F-15E dan A-10 Milik AS Ditembak Iran, Berapa Harganya?
Baca juga: Bukan Ular atau Buaya, Damkar Jambi Bantu Ambil Kunci Motor Nyangkut di Drainase
Namun, karena belum memasuki fase musim kemarau saat ini kondisi Jambi masih aman dari dampak El Nino.
“Untuk saat ini, karena masih belum memasuki fase musim kemarau, masih dalam fase-fase hujan keperalihan cenderung masih aman,” jelasnya.
“Tetapi, nanti kita pantau lagi untuk di bulan Mei, sekitar di bulan Mei dasarian ketiga hingga bulan Juni. Nanti kita pantau lagi apakah sudah mulai memasuki musim kemarau atau belum,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Pesawat Tempur Jet F-15E dan A-10 Milik AS Ditembak Iran, Berapa Harganya?
Baca juga: Penyidik Polda Didemosi Buntut Pengawal Sabu 58 Kg Medan-Jambi Kabur