DTPHP Sulbar Jajaki Kerja Sama Pengembangan Jagung dan Peternakan dengan PT Charoen Pokphand
Nurhadi Hasbi April 04, 2026 03:45 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Sulawesi Barat menjajaki kerja sama agribisnis dengan PT Charoen Pokphand Indonesia.

Penjajakan dilakukan melalui pertemuan resmi di kantor Feedmill Makassar, Jumat (3/4/2026).

Kepala DTPHP Sulbar, Hamdani Hamdi, memimpin langsung pertemuan bersama jajaran direksi perusahaan.

Baca juga: Forum OPD 2026, Dinas Pangan Sulbar Sinkronkan Program Ketahanan Pangan 2027

Baca juga: Perkuat Pengelolaan Website, Tim SPBE Sekretariat DPRD Sulbar Koordinasi dengan DiskominfoSS

Turut hadir jajaran bidang peternakan, tanaman pangan, UPTD perbibitan ternak, UPTD BBTPH, tenaga ahli gubernur, serta perwakilan Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulbar.

Pertemuan ini membahas penguatan kerja sama komoditas jagung dan peternakan dalam satu ekosistem agribisnis.

Peluang Kemitraan dari Hulu ke Hilir

Direksi PT Charoen Pokphand Indonesia memaparkan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan di Sulawesi Barat.

Skema kerja sama meliputi pola direct farm hingga jaringan agen (poultry shop).

Kemitraan ini dapat melibatkan individu, badan usaha, koperasi, BUMDes, hingga BUMD.

Perusahaan juga menyebut mutu jagung Sulbar umumnya telah memenuhi standar industri.

Kebutuhan jagung perusahaan mencapai sekitar 600 ton per hari.

Hamdani menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan agribisnis.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan memberikan dukungan penuh terhadap penguatan agribisnis jagung dan peternakan dari hulu hingga hilir,” ujarnya.

Ia menambahkan dukungan dilakukan melalui kebijakan, program, dan kegiatan yang bersumber dari APBD maupun APBN.

“Kami ingin memastikan peluang kerja sama ini dimanfaatkan optimal oleh petani dan peternak,” tambahnya.

Kepala Bidang Peternakan DTPHP Sulbar, Nur Kadar, menyebut kolaborasi ini penting untuk meningkatkan produktivitas.

Menurutnya, kemitraan dengan industri akan membuka akses pasar dan pendampingan teknis.

“Selain itu, juga memberi jaminan keberlanjutan usaha bagi peternak, khususnya sektor perunggasan,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan memperkuat ekosistem agribisnis di Sulawesi Barat.

Selain itu, juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.