TRIBUNJAMBI.COM - Eskalasi militer di Timur Tengah mencapai babak baru yang merugikan pihak Pentagon, Amerika Serikat kontra Iran.
Dalam satu hari yang mencekam pada Jumat (3/4/2026), Iran dilaporkan berhasil menembak jatuh dua aset udara kebanggaan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF).
Kedua pesawat tempur itu yakni jet tempur multifungsi F-15E Strike Eagle dan pesawat serang darat legendaris A-10 Thunderbolt II.
Kronologi Jatuhnya Sang Penghancur Tank dan Elang Penyerang
Insiden pertama menimpa A-10 Thunderbolt II, yang populer dengan julukan "Warthog".
Pesawat yang dirancang khusus untuk dukungan udara jarak dekat ini jatuh di perairan strategis Selat Hormuz. Beruntung, sistem penyelamatan bekerja dengan baik.
"Awak pesawat berhasil diselamatkan," tulis laporan The New York Times merujuk pada pilot A-10 tersebut.
Nasib sedikit berbeda dialami oleh F-15E Strike Eagle yang ditembak jatuh tepat di atas wilayah kedaulatan Iran. Pesawat berkursi ganda ini membawa dua awak (pilot dan petugas sistem senjata).
Baca juga: DONALD TRUMP Ngamuk: AS Kerahkan 125 Pesawat Tempur, 7 Bomber Jatuhkan 14 Bom di Nuklir Iran
Baca juga: Penyidik Polda Didemosi Buntut Pengawal Sabu 58 Kg Medan-Jambi Kabur
Pejabat AS mengonfirmasi satu awak telah dievakuasi, sementara satu lainnya masih hilang.
NBC News melaporkan dua helikopter militer AS telah dikerahkan dalam misi pencarian berbahaya di wilayah tersebut.
Jatuhnya kedua pesawat ini bukan sekadar kehilangan alutsista, melainkan kerugian finansial yang signifikan bagi Amerika Serikat.
A-10 Thunderbolt II (Warthog)
Meski dianggap sebagai pesawat "ekonomis" dalam inventaris AS karena desainnya yang sederhana dan berfokus pada keandalan mesin kembar TF34, harganya tetap fantastis bagi ukuran awam.
- Harga Unit: Sekitar $18,8 juta (Rp319 miliar).
- Biaya Operasional: $17.716 (Rp301 juta) per jam terbang jika menghitung seluruh pengeluaran.
- Keunggulan: Dikenal tahan banting dan murah dalam perawatan karena telah beroperasi lebih dari 40 tahun sejak diproduksi oleh Fairchild Republic.
F-15E Strike Eagle
Pesawat ini jauh lebih mahal dan canggih dibandingkan A-10 karena kemampuannya bertempur di segala cuaca, siang maupun malam, serta misi ganda udara-ke-udara dan udara-ke-darat.
- Harga Unit: Model standar berkisar $31,1 juta (Rp528 miliar), namun varian terbaru harganya mendekati $100 juta (Rp1,7 triliun).
- Biaya Operasional: Antara $18.800 hingga $27.000 (Rp319 - Rp459 juta) per jam terbang.
Menurut situs resmi USAF, F-15E Strike Eagle dilengkapi radar APG-70 yang memungkinkan awak mendeteksi target darat dari jarak jauh sambil tetap waspada terhadap ancaman udara.
Baca juga: Rencana Trump Hancurkan Iran hingga “Zaman Batu”, Jembatan dan Listrik Jadi Target
Baca juga: SNBT 2026: Intip 10 Jurusan Sepi Peminat di PTN Sumatera dan Universitas Jambi
Pesawat ini mampu membawa hampir seluruh jenis senjata dalam inventaris AS, termasuk rudal AIM-9M Sidewinder dan AIM-120 AMRAAM.
Namun, kecanggihan avionik dan sistem elektronik tersebut nyatanya tetap berhasil ditembus oleh pertahanan udara Iran dalam insiden Jumat kemarin.
Baca juga: Penyidik Polda Didemosi Buntut Pengawal Sabu 58 Kg Medan-Jambi Kabur
Baca juga: Mengenal El Nino Godzilla yang Diprediksi Pemicu Kemarau dan Kekeringan 2026
Baca juga: Bukan Ular atau Buaya, Damkar Jambi Bantu Ambil Kunci Motor Nyangkut di Drainase
Baca juga: Kronologi Kurir 58 Kg Sabu di Jambi Kabur dari Ruang Penyidikan Polisi