TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Warga Desa Bambaira, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang disinyalir berasal dari aktivitas tambak udang vaname di wilayah tersebut.
Keluhan masyarakat mencuat setelah terjadi perubahan kondisi air yang dinilai berdampak pada tambak milik warga di sekitar area usaha.
Sejumlah warga mengaku khawatir kondisi tersebut dapat mengganggu hasil budidaya mereka.
Baca juga: Kunci Jawaban Tugas Bahasa Indonesia, Profil Aija Mayrock dan Contoh Puisi Anti-Bullying
Baca juga: 11 Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, 3 Gugur Akibat Ledakan di Misi PBB UNIFIL
Menanggapi hal itu, Direktur PT Vaname Bambaira Sejahtera, Herman Tio, saat dikonfirmasi, Sabtu (4/4/2026), menyatakan pihaknya terbuka jika dilakukan pengujian terhadap limbah yang dihasilkan perusahaan.
“Kami tidak keberatan jika dilakukan uji kualitas air. Silakan saja, kami siap,” ujar Herman.
Ia menjelaskan, perusahaan telah memiliki sistem pengolahan limbah sebelum air dialirkan ke lingkungan.
Salah satunya melalui kolam penyaringan yang diklaim masih dalam kondisi aman.
“Di kolam penampungan itu masih ada ikan yang hidup. Itu menjadi indikator bahwa airnya tidak berbahaya,” jelasnya.
Selain itu, Herman menuturkan bahwa pihaknya rutin melakukan pengecekan kualitas air di area tambak guna memastikan kondisi tetap sesuai standar budidaya.
“Kami juga berkepentingan menjaga kualitas air, karena kami sendiri yang membudidayakan udang di sini,” tambahnya.
Di sisi lain, ia menduga perubahan kondisi air tidak sepenuhnya berasal dari aktivitas tambak.
Menurutnya, ada kemungkinan faktor lain, seperti praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan di aliran sungai.
“Bisa saja ada yang menggunakan racun atau tuba saat mencari ikan, itu juga berdampak pada kualitas air,” katanya.
Meski demikian, kekhawatiran warga masih terus berlanjut. Masyarakat berharap adanya uji laboratorium secara independen serta keterlibatan pemerintah daerah untuk memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan tidak merugikan warga sekitar.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan