Penjelasan BMKG Terkait Gempa Bumi Magnitudo 5,8 yang Dirasakan di Manado, Tondano dan Bitung
Rizali Posumah April 04, 2026 12:32 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pihak Bandan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait gempa bumi magnitudo 5,6 yang turut dirasakan di Kota Manado, Bitung, dan Tondano, provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (4/4/2026). 

Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Rahmat Triyono, S.T., Dipl.Seis., M.Sc menyebut, gempa bumi terjadi pada pukul 09.35 WITA. 

Gempa bumi tektonik ini berpusat di wilayah Pantai Utara Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. 

"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,6," terang Rahmat Triyono sebagaimana rilis yang diterbitkan di web resmi BMKG. 

Lanjut dia, episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,19° LU ; 126,20° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 122 Km arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 32 km.

Episenter (atau episentrum) adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas pusat gempa bumi (hiposenter) di bawah tanah.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas deformasi kerak bumi," terang dia.

Sebut dia, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ). 

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Manado dan Bitung dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ) dan daerah Tondano dan Minahasa Utara dengan skala intensitas III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah.Terasa getaran seakan akan truk berlalu ). 

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan guncangan gempa bumi berdasarkan dampak kerusakan dan kesaksian penduduk.

Berbeda dengan Magnitudo yang mengukur energi pusat gempa, MMI bervariasi di setiap lokasi, di mana skala I-V merujuk pada getaran ringan, sedangkan VI-XII menandakan kerusakan dari ringan hingga total.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," ujar  Rahmat Triyono.

Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi dengan kekuatan M7.6 di Pulau Batang Dua pada tanggal 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB.

Hingga pukul 08.35 WIB (4 April 2026), total gempabumi susulan ( aftershock ) yang tercatat mencapai 739 gempabumi dengan magnitudo terbesar M5.8 dan terkecil M1,7. 

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Situasi di Manado saat Gempa

Sementara itu, di Kota Manado tak sedikit warga berlarian ke luar rumah saat gempa terjadi.

"Gempa. Keras ini. Ayo keluar," ujar Ribka Kalangi yang saat gempa sedang menikmati tinutuan bersama keluarga dan rekannya di PS Paal Dua.

Lampu yang dipasang menggelantung dalam pasar terlihat bergoyang. 

"Untung tidak separah gempa dua hari lalu. Tapi rasanya gempa barusan getarannya sangat terasa," tambah Meiscy Bambang (64) yang sedang ngopi di Pasar Segar saat gempa pagi tadi. (tribunmanado.co.id: Jum/Riz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.