TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Salah satu tempat persembahyangan Saraswati pada Sabtu 4 April 2026 di Denpasar, Bali, adalah Pura Agung Jagatnatha Denpasar.
Pemedek sudah memadati pura sejak pukul 07.00 Wita.
Ratusan pemedek ini didominasi oleh kalangan pelajar dan mahasiswa, dan juga pemedek lainnya yang memang bekerja di Denpasar dan tak bisa pulang kampung.
Salah satu pemedek, Widiastuti mengatakan dirinya tak bisa pulang untuk melakukan persembahyangan Saraswati, sehingga melakukan persembahyangan di Pura Jagatnatha.
Baca juga: Peluncuran Buku dan Pementasan Seni Inovatif Sastra Saraswati Sewana 2025 di Gedung Ksirarnawa
"Karena kerja siang, paginya sembahyang dulu. Tidak bisa pulang kampung karena masih kerja," ungkapnya.
Sementara itu, pemangku Pura Jagatnatha, Ida Bagus Saskara menjelaskan, persembahyangan kali ini menggunakan upakara pulagembal yang dipuput (dipimpin) oleh Sulinggih Ida Pedanda Gede Putra Tunjung Kuning, Griya Bungsu Tunjung Kuning.
"Sejak pagi pemedek sudah banyak. Namun kita arahkan, karena upacara masih berlangsung yang pada hari kini kita ngelungsur tirta Saraswati, maka kita imbau pemedek menunggu agar mendapatkan tirta Saraswati," katanya.
Pihaknya menekankan terkait dengan sampah usai pelaksanaan persembahyangan.
Bahkan sejak jauh-jauh hari pemedek sudah diimbau agar tidak menggunakan plastik.
Dan usai sembahyang juga diarahkan untuk membuang sampahnya ke tempat sampah yang telah disediakan.
Terkait pengelolaan sampah, pihaknya telah memiliki lobang biopori dan teba modern.
Selain itu, penanganan sampah organik juga bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.
"Kami selalu komitmen menjaga kebersihan dan kesucian di Pura," ungkap Ida Bagus Saskara.
Persembahyangan Hari Saraswati ini, menurutnya, akan berlangsung secara bergilir hingga pukul 01.00 Wita dini hari esok hari.
Puncak keramaian akan berlangsung dari pukul 19.00 Wita hingga pukul 23.00 Wita.
Untuk mengantisipasi membludaknya pemedek, pihaknya juga bekerjasama dengan Pecalang Kota Denpasar dan Pecalang Banjar Abasan.
Pecalang ini akan mengatur tiap satu sesi saat pura penuh untuk menutup sementara area pura. (*)