TRIBUNNEWS.COM - Senator Amerika Serikat dari Partai Republik Bernie Moreno menuding mobil buatan China sebagai kanker dan mengajak masyarakat dunia melarang peredarannya.
Dia mengajak negara-negara Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa, mengadopsi standar yang sama seprti AS melarang mobil China.
Bernie juga memanfaatkan posisinya sebagai anggota senat Amerika untuk menggulirkan undang-undang komprehensif bulan April ini yang secara signifikan memperketat peredaran mobil China di AS.
Undang-undang ini akan secara efektif menutup pasar Amerika untuk kendaraan apa pun yang terkait dengan China, termasuk perangkat keras, perangkat lunak, dan kemitraan, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.
Berbicara di acara Forum Otomotif menjelang Pameran Otomotif Internasional New York, Senator Bernie Moreno bilang, rancangan undang-undang yang diusulkannya bertujuan untuk memastikan "tidak akan pernah ada skenario di mana mobil China akan memasuki pasar kita."
Undang-undang tersebut bermaksud untuk melampaui peraturan pemerintahan Biden yang diperkenalkan pada Januari 2025, yang saat ini melarang penjualan kendaraan penumpang China karena kekhawatiran keamanan nasional terkait pengumpulan data.
Moreno menarik paralel yang tajam antara sektor otomotif dan telekomunikasi, secara eksplisit merujuk pada larangan AS terhadap Huawei.
"Kita tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kita," kata Bernie Moreno dikutip dari Car News China, Sabtu, 4 April 2026.
Baca juga: Salip Jepang, China Jadi Eksportir Mobil Terbesar ke Australia
“Kita tidak akan mengizinkan produsen mobil Tiongkok masuk ke pasar ini. Kita akan mencegah kanker masuk ke pasar kita, dan kita akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi.”
Sikap agresif Senator tersebut mencerminkan pengawasannya baru-baru ini terhadap perusahaan-perusahaan Amerika.
Pada bulan Februari, Moreno mengkritik Waymo selama sidang Senat atas kemitraannya dengan Geely, perusahaan induk Zeekr asal Tiongkok, menuduh perusahaan milik Alphabet tersebut bertentangan dengan tujuan kepemimpinan AS dengan menggunakan kendaraan buatan Tiongkok untuk program robotaxi-nya.
Di luar langkah-langkah domestik, Moreno mendesak sekutu internasional untuk menyelaraskan diri dengan standar AS.
Baca juga: Produsen Mobil China Sangat Disarankan Tidak Inves di India, Rusia dan Turki, Ini Alasannya
“Yang saya harapkan adalah Amerika Latin, Meksiko, Kanada, dan Eropa, mengadopsi standar yang sama dengan kita sekarang,” katanya.
Rancangan undang-undang tersebut mendapat dukungan kuat dari produsen mobil AS dan kelompok perdagangan.
Baru-baru ini, organisasi perdagangan otomotif utama mendesak pemerintah untuk mempertahankan hambatan ketat terhadap produsen mobil Tiongkok, menekankan perlunya melindungi pasar domestik.
Namun, langkah tersebut telah menuai kecaman keras dari Kedutaan Besar Tiongkok di Washington.
Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar menuduh Amerika Serikat terlibat dalam “proteksionisme perdagangan” dan menetapkan “kebijakan subsidi yang diskriminatif,” dengan alasan bahwa rancangan undang-undang tersebut melanggar prinsip-prinsip persaingan yang adil.
Dorongan legislatif ini datang pada momen diplomatik yang sensitif, karena Presiden Donald Trump diperkirakan akan mengunjungi Tiongkok pada bulan Mei.
Ini menghadirkan potensi perbedaan pendekatan, karena Trump sebelumnya menyatakan keterbukaan terhadap produsen mobil Tiongkok yang membangun pabrik manufaktur di AS, asalkan mereka mempekerjakan pekerja Amerika.