TRIBUNJATIM.COM - Sebuah toko emas milik anggota DPRD Natuna, Ahmad Sapuari dibobol maling pada Senin, 2 Maret 2026 lalu.
Toko Mas Safari itu terletak di kawasan Pasar Lama, tepatnya di Jalan Datuk Kaya Wan Mohamad Rasyid, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kasus pencurian ini belakangan viral setelah korban mengungkapkan kekhawatirannya.
Sebab barang bukti sekitar 2 kg emas hasil curian hingga kini belum sepenuhnya ditemukan, meski pelaku telah ditangkap.
Baca juga: Bos Toko Emas Rugi Rp 2,3 M karena Ulah 2 Karyawannya, Ada 760,6 Gram Emas Palsu di Etalase
Dalam aksi itu, korban menyebut sekitar 40 persen isi toko berhasil dibawa kabur pelaku.
Sapuari menyebut, awalnya kerugian hanya ditaksir sekitar Rp3 miliar saat laporan pertama dibuat.
Namun setelah dilakukan penghitungan ulang dengan harga emas terkini, jumlah kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp3,7 hingga Rp3,8 miliar.
Barang yang hilang terdiri dari berbagai jenis perhiasan seperti cincin, gelang, kalung, anting, hingga emas batangan, serta uang asing berupa Ringgit Malaysia.
“Kalau dihitung sekarang hampir Rp4 miliar. Yang hilang itu kurang lebih 2 kilogram emas, termasuk juga mata uang ringgit,” ujarnya, Senin (30/3/2026), melansir dari TribunBatam.
Meski pelaku telah diamankan, korban mengaku masih diliputi kekhawatiran.
Pasalnya, sebagian besar barang bukti emas hingga kini belum berhasil ditemukan. Sementara emas yang sempat digadai pelaku, telah ditemukan.
“Yang jadi beban pikiran sampai sekarang, barang bukti emas yang dicuri belum sepenuhnya diketahui keberadaannya. Karena keterangan pelaku berbelit-belit ke penyidik,” kata Sapuari.
Diketahui, aksi nekat pelaku terekam kamera pengawas (CCTV) di toko emas itu.
Dalam aksinya, pelaku diduga hanya membutuhkan waktu singkat, namun berhasil menguras sebagian isi toko.
Peristiwa terjadi saat toko dalam kondisi kosong, karena ditinggal penghuni untuk makan sahur.
Sapuari mengatakan, kejadian itu pertama kali diketahui oleh adik iparnya saat hendak membuka toko pada pagi hari.
Saat itu, sejumlah perhiasan emas yang sebelumnya dipajang di etalase kaca, sudah tidak berada di tempatnya.
“Pelakunya beraksi saat Subuh sekitar pukul 04.00 WIB, sesaat setelah adik ipar saya yang menjaga toko keluar untuk makan sahur,” ujarnya.
Ia menyebut, emas di tokonya itu memang tidak disimpan di brankas. Karena ada adiknya yang tidur di toko.
Pelaku pembobolan toko emas milik anggota dewan ini telah ditangkap oleh Polres Natuna pada 3 Maret 2026, atau hanya sehari setelah kejadian.
Pelaku seorang pria paruh baya berinisial Ds, yang kini telah diamankan Polres Natuna, ternyata bukanlah orang asing bagi korban.
Ia adalah sosok yang selama ini dikenal dekat oleh pemilik toko, Ahmad Sapuari yang juga merupakan anggota DPRD Natuna.
Bahkan pelaku kerap dibantu secara finansial oleh korban.
“Dia itu bukan orang lain bagi saya. Sudah sering kami bantu sejak 2022, baik untuk modal usaha maupun kebutuhan lainnya,” ujar Sapuari kepada TribunBatam.id.
Selama ini, Ds diketahui pernah mencoba berbagai usaha kecil.
Mulai dari berjualan sepatu, pakaian, hingga berdagang keliling maupun di kawasan Pasar Lama Ranai.
Di mata korban, pelaku adalah orang yang berjuang mencari penghidupan, sehingga tak sedikit bantuan yang diberikan.
Namun, hubungan baik itu perlahan berubah.
Sapuari mengatakan, menjelang Ramadan pelaku sempat kembali datang padanya untuk meminta bantuan modal.
Namun kali itu, permintaan korban tidak dikabulkan.
“Sebelum puasa dia sempat datang lagi minta bantu modal. Tapi saya tak kasih, karena sudah terlalu sering dibantu dan beberapa kali tidak jujur,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, bantuan yang diberikan selama ini tidak selalu digunakan sebagaimana mestinya.
Modal yang diberikan itu kadang tidak dipakai untuk usaha, tapi untuk hal negatif.
Baca juga: Sosok Pemilik Toko Emas Semar yang Digeledah Bareskrim, Dirikan Usaha Sejak Tahun 1976 Bareng Istri
Keputusan itu, diduga menjadi titik balik.
Sapuari menduga ada rasa kecewa atau sakit hati yang akhirnya mendorong DS nekat melakukan pencurian.
Korban mengaku, sebelum kejadian tidak ada firasat apa pun.
Namun setelah toko dibobol, justru naluri keluarga yang mulai berbicara.
“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Tapi setelah kejadian, istri saya merasa ada yang janggal dan langsung curiga ke DS ini,” ungkapnya.
Kecurigaan itu kemudian diperkuat setelah rekaman CCTV diperiksa.
Dari situlah terungkap sosok pelaku yang ternyata adalah orang yang sudah lama dikenal.
Dalam aksi yang berlangsung hanya dalam hitungan menit itu, sekitar 40 persen isi toko berhasil dibawa kabur.
Baca juga: Majikan Rugi Setelah Perhiasannya Diganti ART Emas Imitasi, Pelaku Raup Rp91 Juta
Perhiasan emas berbagai jenis muali dari cincin, gelang, kalung, antin, hingga emas batangan dan sejumlah mata uang ringgit raib.
Totalnya emas yang dibawa kabur pun diperkirakan mencapai hampir 2 kilogram
“Kalau dihitung harga emas sekarang kerugiannya sekitar Rp3,8 miliar. Hampir Rp4 miliar,” ujarnya.
Bagi Sapuari, kasus ini bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga menyangkut kepercayaan yang selama ini ia berikan.
“Yang jadi beban pikiran sekarang bukan cuma soal uang, tapi barang itu belum sepenuhnya ditemukan. Dan yang lebih berat lagi, ini dilakukan orang yang kita pernah saya bantu,” ucapnya
Ia mengaku tidak menyangka orang yang selama ini dibantu justru tega melakukan aksi pencurian.
“Padahal sudah sering kita bantu, tapi begini balasnya. Jadi memang ada rasa tak percaya dan kecewa,” ungkapnya.
Ds sendiri diketahui merupakan perantau yang telah lama tinggal di Natuna dan bahkan telah berkeluarga di sana.
“Dia orang luar, tapi sudah lama di Natuna, sudah menikah juga sama orang sini,” tambahnya.