Fakhrizal Siswa SMK Penerbangan Bandar Lampung Ukir Prestasi Karate hingga Lolos SNBP
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 04, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Seorang remaja mengenakan seragam karate dengan sabuk merah melingkar di pinggang terlihat berdiri sigap dengan membentuk kuda-kuda di lapangan SMK Penerbangan Bandar Lampung, Sabtu (4/4/2026).

Ia tampak lincah memperagakan satu per satu jurus yang telah dipelajarinya selama mengikuti ekstrakurikuler karate di sekolahnya.

Dia adalah Muhammad Fakhrizal Yusuf siswa SMK Penerbangan Bandar Lampung yang sukses mengukir berbagai prestasi di dunia karate sejak usia dini.

Tak banyak yang tahu, awal mula Fakhrizal menekuni karate bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena mengikuti sang kakak. 

Saat masih duduk di bangku kelas 3 SD sekitar tahun 2017–2018, ia diajak bergabung dalam ekstrakurikuler karate di sekolah kakaknya. 

Baca juga: Tim Mobil Listrik Universitas Teknokrat Indonesia Edukasi Kendaraan Listrik ke Siswa SMK Esa Kencana

“Awalnya cuma ikut kakak latihan ekstrakulikuller, tapi lama-lama jadi suka dan ingin serius di dunia karate,” ujarnya Sabtu (4/4/2026).

Setelah beberapa bulan mengikuti karate, ia memberanikan diri untuk mengikuti perlombaan.

Langkah awalnya di dunia kompetisi dimulai saat mengikuti ajang O2SN tingkat SD di kelas 4. Dalam lomba pertamanya itu, Fakhrizal langsung meraih juara 2. 

Meski diliputi rasa gugup dan takut, pengalaman tersebut justru menjadi titik balik yang membangun kepercayaan dirinya. Sejak saat itu, Fakhrizal semakin aktif mengikuti berbagai kejuaraan. 

Ia mulai memahami ritme pertandingan dan terus meningkatkan kemampuan, khususnya di nomor kata (seni jurus) yang menjadi spesialisasinya.

Berbagai prestasi pun berhasil ia raih, di antaranya:

  • Juara 1 Kata Pemula Perorangan Putra Shindoka Cup Tubaba 2020
  • Juara 2 Komite Cadet +52 Piala Ketua DPRD Kota Bandar Lampung 2023
  • Juara 2 Kata Junior Perorangan Putra Piala Ketua FORKI Lampung 2024
  • Juara 3 Komite Junior Putra Kejurda Provinsi Lampung 2024
  • Juara 2 Kata Junior Perorangan Putra Shindoka Cup 2 Tubaba 2025
  • Juara 3 PORKAB Tubaba 2025

Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi di ajang Shindoka Cup 2 Tubaba 2025. Dalam pertandingan kumite yang berlangsung ketat dan berakhir seri, keputusan pemenang ditentukan oleh wasit. 

Fakhrizal harus puas di posisi kedua, meski merasa peluang kemenangan sangat tipis. “Agak nyesel, karena sebenarnya kalau dapat satu poin saja bisa menang. Tapi itu jadi pelajaran buat saya,” katanya.

Tak hanya menghadapi tekanan pertandingan, Fakhrizal juga pernah mengalami cedera ringan saat bertanding. 

Ia sempat mengalami cidera di kaki. Ia mengakui kesalahan tersebut terjadi karena kurangnya pemanasan sebelum pertandingan dimulai.

“Waktu itu kurang pemanasan karena keasikan nonton, jadi pas tanding kaki sempat keseleo,” ungkapnya.

Dari pengalaman itu, ia belajar pentingnya disiplin dalam persiapan. Kini, setiap menjelang lomba, Fakhrizal menjalani latihan intensif selama 2 hingga 4 minggu. 

Latihan tersebut meliputi penguatan fisik seperti lari, serta penguasaan teknik dan hafalan jurus untuk nomor kata.

Sebagai anak muda tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi latihan di tengah padatnya jadwal sekolah. Namun dengan tekad kuat, ia mampu menjalaninya.

Kini dengan deretan prestasi karate yang ia miliki, Fakhrizal berhasil diterima melalui jalur prestasi di Politeknik Negeri Batam, program studi D3 Teknik Perawatan Pesawat Udara.

“Alhamdulillah dengan prestasi yang saya miliki, kemarin saya diterima di SNBP di Politeknik Negeri Batam,” jelasnya.

Ia menjadi satu-satunya siswa di SMK Penerbangan yang diterima melalui jalur prestasi untuk masuk ke perguruan tinggi.

Menariknya, keputusan untuk mendaftar datang di detik-detik terakhir. “Awalnya belum ada niat, tapi empat hari sebelum penutupan saya daftar. Sayang kalau kesempatan dilewatkan. Alhamdulillah diterima,” tuturnya.

Ia juga mengatakan memilih jurusan tersebut selaras dengan latar belakangnya sebagai siswa SMK Penerbangan. 

Sebab ia memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang engineer pesawat di masa depan. Meski akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Fakhrizal menegaskan akan tetap menekuni karate. 

Ia ingin terus berprestasi dan membuka peluang lebih besar, termasuk beasiswa.

Ketekunanya dan konsistennya dalam karate tak lepas dari peran dari keluarga, terutama ibu dan kakaknya yang selalu memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun materi. 

Dukungan dari sekolahpun menjadi faktor penting dalam perjalanan prestasinya.

“Orang tua mendukung dari memberikan semangat dan biaya, sekolah juga mendukung dengan memberikan izin untuk libur menjelang perlombaan,” tutupnya.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.