TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Muhammadiyah akan membangun pondok pesantren di Kabupaten Takalar.
Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Takalar, Islahuddin Tahir, saat Syawalan, lantai 1 Pusat Dakwah Muhammadiyah Takalar, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kalabbirang, Sabtu (4/4/2026).
Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Muhammad Nurdin, menggantikan Muhammad Firdaus Daeng Manye menghadiri Syawalan Muhamamdiyah.
Islahuddin Tahir mengatakan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah dibangun di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur.
Pembangunan ponpes merupakan proyek besar dengan estimasi anggaran sekitar Rp2 miliar.
Pembangunan sementara difokuskan pada pembangunan masjid sebagai fasilitas utama pesantren.
Baca juga: Roadshow KAHMI Sulsel Dimulai dari Takalar, Bahas Pelantikan hingga Penguatan Silaturahmi
“Muhammadiyah Takalar sedang mengerjakan proyek besar pembangunan pondok pesantren yang berlokasi di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur,” ujarnya di depan 500 kader Muhammadiyah se-Kabupaten Takalar.
Staf Ahli Takalar, Muhammad Nurdin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Takalar membuka ruang kolaborasi luas bersama Muhammadiyah.
Ia menekankan bahwa kerja sama tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Mengajak Muhammadiyah untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah Takalar, bukan hanya acara seremonial, tetapi juga sampai pada hal-hal teknis di lapangan,” ujarnya.
Muhammadiyah memiliki kekuatan jaringan dan pengalaman panjang dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Hal itu dinilai sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat.
“Pemda Takalar melihat Muhammadiyah sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pembinaan umat,” tambahnya.
Kolaborasi konkret dapat diwujudkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Mulai dari sektor pendidikan, keagamaan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Kami berharap sinergi ini bisa diwujudkan dalam program nyata yang langsung dirasakan masyarakat, baik di bidang pendidikan, sosial maupun keagamaan,” jelasnya.
Ia mengapresiasi konsistensi Muhammadiyah dalam membangun peradaban melalui dakwah yang berkemajuan.
Kontribusi Muhammadiyah selama ini telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat Takalar.
“Peran Muhammadiyah sangat nyata di tengah masyarakat, mulai dari pendidikan hingga kegiatan sosial. Ini tentu harus kita dukung bersama,” katanya.
Kegiatan Syawalan menghadirkan Prof Dr Qadir Gassing mantan Rektor UIN Alauddin Makassar.
Ia membawakan hikmah Syawalan yang menambah kekhusyukan suasana acara.
Di tengah jalannya acara, nuansa kebersamaan semakin terasa ketika panitia melakukan penggalangan dana.
Panitia terlihat membawa kardus dari sisi kiri bagian depan aula, kemudian berjalan perlahan menyusuri barisan peserta.
Langkahnya menembus deretan kursi undangan, menyapa satu per satu hadirin yang dengan antusias menyambut ajakan berinfak.
Aksi sederhana itu justru menjadi momen yang paling hidup, memperlihatkan semangat gotong royong yang mengakar di tubuh Muhammadiyah.
Satu per satu peserta menyisihkan rezekinya, memasukkan donasi ke dalam kardus yang terus berpindah tangan.
Penggalangan dana ini ditujukan untuk mendukung pembangunan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Takalar.
Tradisi berinfak dan berbagi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan Syawalan Muhammadiyah.