Diterjang Angin Kencang 5 Menit, Pemilik Warung Panik Saat Atap Terangkat
Tri Widodo April 04, 2026 01:28 PM

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN – Kepanikan menyelimuti sebuah warung di Dusun Mipitan, Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten, saat hujan disertai angin kencang menerjang pada Jumat (3/4/2026) sore.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu berlangsung singkat, namun cukup membuat pemilik dan penghuni warung ketakutan.

Baca juga: Agenda Solo Hari Ini Sabtu 4 April 2026 : Solo Art Market dan Wayang Orang

Baca juga: Di Balik Bancakan Umbul Kemanten di Klaten: Doa, Syukur Air Melimpah, dan Hidupkan Tradisi Jawa

Angin kencang tiba-tiba datang dan langsung menghantam bangunan, bahkan sempat mengangkat bagian atap warung.

Penjaga warung, Karyono (38), mengatakan dirinya sedang berada di dalam warung saat kejadian. Saat itu, warung masih dalam kondisi buka, meski tidak ada pembeli yang datang.

"Tadi pas kejadian, warung masih buka, tapi kebetulan lagi sepi pembeli," ujarnya.

Kondisi berubah mencekam ketika angin semakin kencang dan mulai mengangkat atap bangunan. Karyono yang berada bersama istrinya dan seorang nenek langsung dilanda kepanikan.

"Pas atap mulai keangkat, saya langsung panik, apalagi di dalam ada simbah sama istri," ungkapnya.

Tanpa berpikir panjang, ketiganya bergegas menyelamatkan diri dengan berlari keluar warung saat atap mulai terlepas diterjang angin.

Kondisi SDN 2 Sribit yang atapnya ambruk, Jumat (3/4/2026).
Kondisi SDN 2 Sribit yang atapnya ambruk, Jumat (3/4/2026). (TribunSolo.com/Ibnu DT)

Berlangsung 5 Menit

Meski kejadian hanya berlangsung kurang dari lima menit, dampaknya cukup parah. 

Atap warung yang terbuat dari galvalum rusak berat, rangkanya ikut tersapu angin, dan etalase kaca mengalami pecah.

Usai kejadian, warga sekitar langsung berdatangan dan mengerumuni lokasi untuk melihat kondisi warung serta membantu pemilik.

Tidak hanya warung tersebut, sejumlah bangunan lain di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk depo pasir dan beberapa rumah warga.

Petugas dari BPBD Kabupaten Klaten bersama TNI, kepolisian, dan relawan turun ke lokasi untuk membantu penanganan serta melakukan asesmen dampak dari hujan angin tersebut.

(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.