TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Gembira bercampur sedih menyelimuti hati Alifah. Air matanya tumpah ketika menjalani serangkaian tahapan dalam manasik haji, Sabtu (4/4/2026).
Gadis itu tiba-tiba terbayang wajah sang ayah. Ia memang sudah pergi untuk selamanya tapi tetap dalam hati Alifah.
Ayahnya tetap ada dalam lantunan doa doa keselamatan penutup malam. Ia tidak menyangka bisa berangkat ke tanah suci bersama sang ibu tahun ini.
Gadis bernama lengkap Alifah Berliana Putri menerima pelimpahan porsi haji dari mendiang ayahnya yang meninggal dunia pada Desember 2025 silam. Alifah pun menjadi jemaah haji termuda dalam rombongan haji asal Kota Pekanbaru tahun 2026.
"Senang tapi juga sedih, soalnya menggantikan orangtua yang meninggal," ulasnya kepada Tribunpekanbaru.com.
Gadis berusia 17 tahun ini bukan hanya mempersiapkan fisik saja untuk berangkat ke tanah suci. Namun ia menambah pengetahuannya dengan membaca buku panduan ibadah haji.
"Persiapan diri sendiri, sering-sering baca panduan haji, terus kesehatan juga dijaga," akunya.
Alifah mengaku bakal membacakan doa khusus selama berada di tanah suci nanti.
Namun ia tidak mengungkapkan doa apa yang bakal dipanjatkan saat menjalani ibadah haji.
Baca juga: Ribuan Jemaah Haji Asal Kota Pekanbaru Ikuti Rangkaian Manasik Akbar
Baca juga: QR Code MyPertamina Bermasalah untuk Transaksi BBM Subsidi, Begini Cara Mengatasinya
"Pasti ada doa untuk orangtua, terutama Ayah," paparnya.
Bungsu dari tiga bersaudara menyebut bahwa dalam haji kali ini berangkat bersama ibu tercinta.
Ia mengaku tidak khawatir karena bisa saling menguatkan dengan ibunya selama menjalani ibadah haji nanti.
Alifah sendiri merupakan Siswi Kelas XI di MAN 1 Pekanbaru. Ia meminta izin kepada pihak sekolah untuk menunaikan rukun iman kelima tersebut.
"Keluarga dan teman-teman di sekolah senang dan bahagia mendengar rencana Alifah berangkat," ujarnya.
Ada rencana Alifah berangkat bersama para jemaah haji asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 4. Mereka nantinya bakal berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Batam
"Semoga bisa menjadi haji yang mabrur, selama di sana dan pulang nanti sehat wa alfiat. Semakin jadi diri lebih baik," jelasnya.
Ibu Alifah, Leni Suherni mengatakan bahwa Alifah menerima pelimpahan porsi haji dari ayahnya yang meninggal dunia. Ia menyebut awalnya bakal berangkat haji bersama sang suami pada tahun ini.
"Namun bapak meninggal dunia Desember kemarin, akhirnya bersama anak saja," terangnya.
Wanita 45 tahun mengaku sudah menanti keberangkatan ke tanah suci ini sejak 13 tahun silam. Ia sudah menantikan perjalanan suci ini sejak tahun 2013 lalu.
"Setelah menunggu 13 tahun, akhirnya bisa berangkat tahun ini," ujar warga Kelurahan Tangkerang Barat.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)