Banjir di Parigi Moutong Rendam 39 Hektare Lahan Pertanian, Jagung Rusak Total
Regina Goldie April 04, 2026 03:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian.

Sedikitnya 39 hektare lahan pertanian dan perkebunan warga dilaporkan terdampak banjir yang terjadi pada Jumat (3/4/2026) sore.

Data sementara dari BPBD Parigi Moutong menunjukkan kerusakan paling parah terjadi di Desa Pande, Kecamatan Moutong.

Sekitar 10 hektare kebun jagung milik warga di desa tersebut dilaporkan rusak total akibat terendam banjir.

Selain jagung, banjir juga merendam sekitar 15 hektare kebun kakao serta lima hektare kebun kelapa sawit di desa yang sama.

Sementara di Desa Pandelalap, Kecamatan Moutong, banjir merendam sekitar tiga hektare kebun sawit, satu hektare kebun jagung dan cabai, serta lima hektare kebun kelapa milik warga.

Baca juga: Erwin Burase Janji Perbaiki Drainase Usai Tinjau Genangan Air di Sentra Ikan Moutong

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, mengatakan banjir dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan sungai meluap hingga merendam permukiman dan lahan pertanian warga.

“Sebagian besar banjir sudah surut, namun beberapa wilayah perkebunan masih tergenang air,” ujarnya.

Menurut Rivai, tim BPBD bersama aparat desa dan relawan masih melakukan kaji cepat untuk memastikan luas lahan pertanian yang terdampak.

Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta potensi kerugian yang dialami para petani.

Banjir sebelumnya dilaporkan melanda tujuh desa di Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat sore.

Selain merusak lahan pertanian, banjir juga menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik serta merusak jembatan kantong produksi di Desa Tompo.

BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa, Babinsa, relawan TRC, dan masyarakat saat ini masih melakukan pendataan lanjutan di lapangan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.