Jalan Muyang Kute-Pepantang Mulai Dibersihkan, Ribuan Petani Segera Dapat Mengangkut Hasil Panen
Sri Widya Rahma April 06, 2026 04:54 PM

TribunGayo.com, REDELONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan percepatan pembukaan kembali akses jalan yang terputus akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Bukit pada Senin (6/4/2026). 

Baca juga: Kabar Gembira! Pemkab Bener Meriah Distribusi 12 Ton Gula Subsidi, Cek 9 Titik Lokasinya Disini

Penanganan ini difokuskan pada pembersihan material longsor yang menutup ruas jalan sepanjang 14,5 kilometer (Km) yang menghubungkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muyang Kute menuju Pepantang, Simpang Samarena dan Pepedan.

Penjelasan Plt Kepala Dinas PUPR Bener Meriah

Pelaksan Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bener Meriah, Alpahmi menjelaskan bahwa proses pengerjaan diperkirakan memakan waktu selama 30 hari. 

Menurutnya, tantangan utama di lapangan adalah kondisi tanah yang masih labil serta banyaknya material batu dan tanah tebal yang menutup badan jalan, ditambah adanya kerusakan pada struktur jembatan di sepanjang jalur tersebut. 

"Jadi cuaca ekstrem yang masih sering terjadi di lokasi juga menjadi kendala petugas dan alat berat dalam kami mempercepat proses evakuasi material, maka perkiraan 30 hari pengerjaan," ujar Alpahmi.

Bupati Bener Meriah, Ir Tagore Abubakar, juga telah menginstruksikan Camat Bukit untuk mengoordinasikan penanganan di lapangan secara langsung bersama instansi terkait. 

Baca juga: Pemkab Bener Meriah belum Realisasikan Janji Pembangunan Jembatan Weh Kanis, Dikeluhkan Warga

Akses Vital Menuju Perkebunan

Jalur tersebut dinilai sangat vital karena merupakan akses utama menuju kawasan perkebunan masyarakat sekaligus jalur penghubung penting antara Kecamatan Bukit dan Kecamatan Bandar.

Camat Bukit, Syahrian menyampaikan bahwa sedikitnya terdapat dua titik utama penghubung antarkecamatan yang saat ini lumpuh total. 

Padahal, akses tersebut digunakan oleh lebih dari 1.000 kepala keluarga (KK) dari 10 kampung di wilayah Kecamatan Bukit untuk mengelola lahan pertanian mereka. 

Sebagian besar warga bergantung pada jalur ini untuk mengangkut hasil bumi, terutama kopi dan tanaman palawija lainnya, yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Pemkab Bener Meriah berkomitmen untuk terus berupaya semaksimal mungkin agar akses transportasi ini segera normal kembali. 

Pemulihan jalur ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas ekonomi warga dan memastikan distribusi hasil panen dari kawasan Simpang Origon, Pepedan, hingga Samarena tidak lagi terhambat. (***Bustamai***)

Baca juga: Respons Keluhan KONI, Pemkab Bener Meriah akan Rasionalisasi Anggaran PORA

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.