TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menyadari tingginya mobilitas masyarakat Kalimantan Barat yang sering berkendara secara berboncengan, Astra Motor Kalimantan Barat kembali mempertegas pentingnya aspek keselamatan.
Membawa penumpang bukan sekadar menambah beban, melainkan juga mengubah dinamika keseimbangan serta memperpanjang jarak pengereman motor.
Melalui Febri Andrian, Instruktur Safety Riding Astra Motor Kalbar, ditekankan bahwa pemahaman teknis menjadi syarat mutlak bagi setiap pengendara.
Febri menggarisbawahi bahwa aspek krusial dalam situasi ini adalah kemampuan "Prediksi Bahaya."
Pengendara dituntut lihai membaca kondisi lalu lintas guna mengantisipasi risiko kecelakaan, khususnya saat stabilitas motor teruji oleh beban tambahan dan kondisi medan jalan yang tidak menentu.
Manager Marketing Astra Motor Kalimantan Barat, Chrystian David, menjelaskan bahwa keselamatan saat berboncengan adalah tanggung jawab penuh dari pengendara, namun penumpang juga memiliki peran krusial.
• Asmo Kalbar Bekali Safety Riding untuk Karyawan PLTU Bengkayang
"Kami ingin setiap perjalanan konsumen Honda selalu aman dengan prinsip #Cari_aman.
Melalui edukasi yang disampaikan oleh tim kami, termasuk Febri Andrian, kami berharap masyarakat lebih peka dalam melakukan prediksi bahaya di jalan raya. Ini adalah wujud nyata Sinergi Bagi Negeri dalam menciptakan lingkungan berkendara yang tertib," ungkapnya.
Berikut adalah beberapa tips utama saat berkendara berboncengan yang dibagikan oleh Febri Andrian, khususnya saat menghadapi medan sulit:
Pertama, Menghadapi Jalan Berlubang:
Saat berboncengan, suspensi bekerja lebih berat. Febri Andrian menyarankan pengendara untuk melakukan prediksi bahaya dari jarak jauh.
Hindari pengereman mendadak di atas lubang; sebaiknya kurangi kecepatan sebelum mencapai lubang dan posisikan tubuh serta penumpang tetap tegak untuk menjaga keseimbangan.
Kedua, Melewati Titian Papan atau Jalur Sempit:
Keseimbangan adalah kunci. Pengendara harus memastikan penumpang tidak melakukan gerakan tiba-tiba.
Febri Andrian menekankan agar pandangan pengendara lurus ke depan (bukan ke bawah roda) dan menjaga putaran gas tetap stabil agar motor tidak goyang saat melintasi papan atau jalur sempit.
• Asmo Kalbar Perkuat Solidaritas Komunitas Singkawang Melalui Edukasi SR
Ketiga, Posisi Penumpang yang Benar:
Penumpang harus menghadap ke depan dan memeluk atau memegang pinggang pengendara secara ringan. Hindari duduk menyamping karena sangat berisiko fatal saat motor harus bermanuver di jalan berlubang atau titian sempit.
Keempat, Gunakan Perlengkapan Lengkap (#Cari_aman):
Baik pengendara maupun penumpang wajib menggunakan Helm SNI, jaket, dan sepatu sebagai perlindungan standar yang tidak boleh ditawar.
Kelima, Cek Kondisi Ban & Suspensi:
Pastikan tekanan angin ban sesuai standar untuk beban berboncengan. Ban yang kurang angin akan sangat berbahaya dan sulit dikendalikan saat melintasi jalan bergelombang atau titian papan.
Astra Motor Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus konsisten memberikan edukasi keselamatan berkendara.
"Dengan pemahaman teknis yang benar, perjalanan berboncengan di medan apa pun tidak hanya sampai ke tujuan, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua," tutup Febri Andrian.