Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Buntut viral distribusikan menu MBG basi berupa sayuran capcay, Satuan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran langsung disidak tim kesehatan dari Puskesmas Kalipucang.
Menu MBG basi itu ditemukan setelah didistribusikan kepada penerima manfaat kelompok B3 (Bumil/Ibu Hamil, Busui/Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD) pada Rabu (1/4/2026) kemarin.
Kepala Puskesmas Kalipucang, Rizal Qudrotulloh Aminuddin, mengatakan, setelah mendengar informasi menu MBG basi dari masyarakat pihaknya langsung merespon.
"Sebelumnya, saya sudah memerintahkan staf Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan terkait hal kenapa sampai terjadi hal tersebut (MBG basi)," ujar Rizal kepada Tribun Jabar di SPPG Banjarharja, Sabtu (4/4/2026) siang.
Laporan yang diterima, memang ada beberapa hal yang menjadi catatan mulai dari sisi fasilitas, standar operasional prosedur (SOP) yang masih belum sesuai.
"Kita juga sudah sampaikan rekomendasi - rekomendasi secara lisan. Karena, kami kewenangannya baru sampai situ," katanya.
Baca juga: SPPG di Pangandaran Distribusikan MBG yang Diduga Basi, Ternyata Belum Kantongi SLHS
Kini, pada hari Sabtu (4/4/2026) ini pihaknya kembali datang ke SPPG Banjarharja untuk mengecek bagaimana rekomendasi yang sudah disampaikan.
"Tapi, ternyata masih ada beberapa hal yang perbaikan belum signifikan. Untuk itu, nanti kami akan buat rekomendasi tertulis untuk segera ditindaklanjuti dan disampaikan ke mitranya," ucap Rizal.
Menurutnya, menu MBG berupa sayuran capcay basi karena melalui proses terlalu lama sebelum diterima oleh penerima manfaat.
"Menu itu sebenarnya sudah sesuai penilaian ahli gizi. Terjadi basi karena melalui proses terlalu lama mulai dari pemasakan sampai ke distribusi. Bahkan, dari informasi untuk distribusi ke penerima manfaat ada yang sampai malam," ujarnya.
Kepala SPPI di SPPG Banjarharja, Agung Maulana, mengatakan, setelah disidak tim kesehatan dari Puskesmas Kalipucang pihaknya akan melakukan evaluasi.
"Kita evaluasi di internal, dan kepada relawan pun ditekankan pengelolaan mulai datang barang sampai pendistribusian. Kemarin juga kita sudah evaluasi," katanya.
Ke depan, pihaknya akan lebih meningkatkan standar operasional prosedur pengelolaan MBG termasuk cara pengelolaan menu MBG mulai dari awal sampai akhir.
"Dalam seminggu ini, kita akan melakukan evaluasi. Semoga kedepannya kita bisa berjalan dengan baik lagi," ucap Agung. (*)