TRIBUNMANADO.CO.ID - Laga sengit tersaji pada putaran kedua Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara yang mempertemukan Persmin Minahasa melawan Persminsel Minahasa Selatan di Stadion Klabat Manado, Sabtu (4/4/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, Persminsel tampil dominan dan mampu menguasai jalannya pertandingan.
Serangan demi serangan dilancarkan ke lini pertahanan Persmin, membuat pasukan yang dipimpin Coach Marthen Taon terlihat sedikit kewalahan menghadapi tekanan.
Atmosfer Stadion Klabat pun terasa begitu hidup.
Ribuan penonton memadati tribun, dengan masing-masing pendukung tak henti-hentinya memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan mereka.
Meski terus ditekan, Persmin justru mampu mencuri peluang di pertengahan babak pertama. Memanfaatkan kelalaian lini belakang Persminsel, pemain bernomor punggung 10, Alifta Rizky, sukses mencetak gol dan membawa Persmin unggul 1-0.
Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama.
Menjelang akhir babak pertama, Persminsel berhasil membalas lewat gol yang dicetak pemain bernomor punggung 21, Christian Paduli. Gol tersebut membuat skor kembali imbang 1-1 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin memanas.
Insiden krusial terjadi di pertengahan babak kedua saat kiper Persmin Minahasa, Carlos Winster, diganjar kartu merah oleh wasit usai melakukan pelanggaran terhadap penyerang Persminsel.
Kartu merah tersebut memaksa Persmin harus bermain dengan 10 pemain. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persminsel untuk meningkatkan intensitas serangan.
Hasilnya, Persminsel berhasil berbalik unggul. Pemain bernomor punggung 7, Yerikho Sumual, mencetak gol melalui tendangan bebas (free kick) yang tak mampu dihalau kiper pengganti Persmin.
Gol tersebut membuat Persminsel kini unggul 1-2 atas Persmin, sekaligus mengubah jalannya pertandingan di sisa waktu yang ada.
Persaingan memperebutkan takhta tertinggi di Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) memasuki babak baru.
Putaran kedua resmi dimulai, menyajikan pertarungan sengit antara tim-tim terbaik yang berhasil melewati lubang jarum babak penyisihan grup.
Di fase ini, para jawara grup dan runner-up dari putaran pertama akan saling sikut demi mengamankan tempat di babak semifinal.
Atmosfer kompetisi pun diprediksi bakal mencapai titik didih, mengingat hanya ada sedikit ruang bagi kesalahan jika ingin melaju ke empat besar.
Grup D menjadi pusat perhatian publik sepak bola Sulut.
Pasalnya, grup ini dihuni oleh tiga kekuatan besar: Persma Manado, Persmin Minahasa, dan Persminsel Minahasa Selatan.
Pertemuan antara Persma Manado melawan Persmin Minahasa menjadi laga yang paling dinanti-nantikan, karena diprediksi akan menjadi penentu utama siapa yang layak melenggang ke fase gugur.
Sementara itu, di Grup E, tensi pertandingan tidak kalah tinggi.
Tiga tim ambisius, yakni KJS XIII/Merdeka, Puma FC, dan Bolsel FC, siap saling menjatuhkan demi membuktikan siapa yang terbaik di grup tersebut.
Komitmen Sportivitas Melihat komposisi tim yang berlaga, Koordinator Media Panpel Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Edward Siwi, meyakini bahwa standar permainan akan jauh lebih tinggi dibanding putaran sebelumnya.
“Tim yang lolos ke fase ini adalah tim-tim terbaik. Jadi tentu persaingan akan semakin ketat karena semua ingin mengamankan tiket ke semifinal,” ujarnya.
Selain aspek teknis di lapangan, Edward juga menitikberatkan pentingnya kondusivitas pertandingan. Ia meminta seluruh elemen, baik pemain maupun penonton, untuk tetap berkepala dingin.
“Harapan kami pertandingan berjalan lancar, aman, dan tetap menjunjung tinggi fair play,” tambahnya.
Grup D
Grup E
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK