Kapal CMA CGM Kribi menjadi kapal pertama dari perusahaan pelayaran Barat yang melintasi Selat Hormuz.
Kapal berbendera Malta tersebut terdeteksi mengaktifkan transponder sebelum melalui rute di dekat pantai Iran.
Tiga kapal tanker lainnya, termasuk LNG Sohar milik Mitsui OSK Lines, juga dilaporkan berhasil melewati jalur tersebut.
Sebelumnya Iran menyatakan kapal “tidak bermusuhan” dapat melintasi Selat Hormuz.
Namun adanya serangan sebelumnya membuat aktivitas pelayaran global anjlok tajam.
Data menunjukkan kapal-kapal memilih jalur dekat pantai Oman untuk menghindari ancaman keamanan.
Selat Hormuz sendiri mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Sehingga ditutupnya selat ini dapat secara langsung memicu lonjakan harga energi global.
Selain energi, dampak juga menjalar ke sektor pangan.
Sekitar sepertiga perdagangan bahan baku pupuk dunia melewati jalur tersebut.
Tercatat sekitar 200 kapal sempat terjebak saat konflik memuncak.
Sementara lalu lintas turun hingga 95 persen dari kondisi normal.
Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper menyatakan perlu langkah internasional terkoordinasi.
Hal tersebut guna menekan Iran untuk bersedia membuka kembali selat.
Dirinya menolak wacana pungutan biaya tinggi bagi kapal yang melintas yang disebut sebagai “gerbang tol Teheran”.