Berikut selengkapnya:
1. Vano Sumalah Jadi Penyelamat, Persmin Tahan Persminsel di Laga Dramatis, Skor Berakhir Imbang 2-2
Laga sengit tersaji pada putaran kedua Liga 4 Piala Gubernur Sulawesi Utara yang mempertemukan Persmin Minahasa melawan Persminsel Minahasa Selatan di Stadion Klabat Manado, Sabtu (4/4/2026).
Sejak peluit awal dibunyikan, Persminsel tampil dominan dan mampu menguasai jalannya pertandingan.
Serangan demi serangan dilancarkan ke lini pertahanan Persmin, membuat pasukan yang dipimpin Coach Marthen Taon terlihat sedikit kewalahan menghadapi tekanan.
Atmosfer Stadion Klabat pun terasa begitu hidup.
Ribuan penonton memadati tribun, dengan masing-masing pendukung tak henti-hentinya memberikan dukungan penuh kepada tim kebanggaan mereka.
Meski terus ditekan, Persmin justru mampu mencuri peluang di pertengahan babak pertama.
Baca Selengkapnya KLIK INI
2. Soal Aipda Vicky Katiandagho Mundur dari Polri, Begini Penjelasan Polda Sulut
Kabar pengunduran diri Aipda Vicky Aristo Katiandagho dari Polri belakangan jadi perbincangan publik.
Hal itu pasca Aipda Vicky membagikan video yang memperlihatkan dirinya pamit dari Polda Sulut.
Dalam video yang disertakan dengan lagu Ada Titik-titik di Ujung Doa yang dinyanyiakan Sal Priadi itu, Aipda Vicky yang mengenakan seragam Polri berjalan keluar dari Kantor Polda Sulawesi Utara.
Aipda Vicky kemudian menuju ke depan kantor yang terletak di Jalan Bethesda, Sario, Kota Manado, itu.
Dia kemudian berdiri menghadap kantor Polda Sulut dan menunjukan sikap hormat di depan tiang bendera.
Setelah itu Aipda Vicky langsung bersujud, lalu berdiri berbalik badan dan menunduk memegang lutut dengan kedua tangannya.
Sosok yang pernah tugas di Polres Minahasa tersebut kemudian duduk sambil memeluk seorang anak perempuan.
Baca Selengkapnya KLIK INI
3. Jalan Rusak di AJ Purukan Minut Diduga Jadi Ladang Cuan, Pengendara Ngeluh: Setiap Hari Ditambal
Keluhan pengendara terhadap kondisi jalan rusak di Jalan AJ Purukan, Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut), semakin memuncak.
Bukan hanya soal lubang jalan yang tak kunjung diperbaiki, tetapi juga praktik penanganan swadaya yang diduga dilakukan warga sekitar dinilai justru mengganggu arus lalu lintas.
Setiap hari, pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut harus menghadapi situasi tak biasa.
Sejumlah orang terlihat menutup sebagian badan jalan saat melakukan penambalan lubang, bahkan hingga memalang setengah ruas jalan.
Kondisi ini memaksa kendaraan melambat drastis dan menimbulkan antrean, terutama pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari.
Ironisnya, di tengah aktivitas tersebut, beberapa pekerja tampak membawa kardus dan menyodorkannya kepada pengendara yang melintas.
Tak sedikit pengguna jalan yang akhirnya memberikan uang secara sukarela, meski di sisi lain merasa tidak nyaman dengan kondisi tersebut.
Baca Selengkapnya KLIK INI
(Tim TribunManado.co.id)