Kronologi Bocah 7 Tahun Meninggal Terseret Banjir Sungai Tuntang Demak, Ayah Tak Sadar Diikuti
rival al manaf April 04, 2026 05:55 PM

 

 

TRIBUNJATENG.COM - Kronologi seorang bocah berusia 7 tahun meninggal terseret banjir bandang Sungai Tuntang, Demak diungkap aparat.

Peristiwa hanyutnya bocah berinisial AR di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, itu terjadi Jumat (3/4/2026).

Namun jasad bocah itu baru ditemukan pada Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Terisolasi Banjir, Warga Trimulyo Demak Bertahan dengan Sisa Makanan Kemarin

Baca juga: Update Banjir Demak: Air Capai 1,5 Meter, Ribuan Warga Mengungsi

BANJIR DEMAK - Petugas BPBD Demak mengevakuasi warga korban banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).(dok. BPBD Demak )
BANJIR DEMAK - Petugas BPBD Demak mengevakuasi warga korban banjir di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).(dok. BPBD Demak ) (IST)

Komandan Koramil Guntur, Kapten Inf Suyitno, mengonfirmasi adanya anak hanyut terbawa banjir, tepatnya dari Dukuh Solowire, Desa Trimulyo.

"Di Dukuh Solowire ada satu orang yang korban, meninggal anak-anak, kejadiannya kemarin," kata Suyitno, ditemui di Dukuh Solondoko, Sabtu siang.

Menurutnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Jenazahnya sudah ditemukan dan insya Allah jam-jam sekarang dimakamkan," ujarnya.

Sebelum kejadian anak tersebut masih bersama orang tuanya di rumah.

Namun karena banjir terus meninggi, ayah korban mengecek kondisi luar rumah tanpa disadari anaknya mengikuti dari belakang hingga akhirnya terbawa arus.

"Kemudian saat banjir bapaknya kan keluar, ternyata anaknya mengikuti bapaknya tidak melihat, jadi memang saat itu airnya naik," ucap Suyitno.

Sementara itu, sejumlah warga terpantau mengiringi pemakaman jenazah anak tersebut dalam kondisi banjir menuju pemakaman umum setempat. 

Warga setempat, Samsul Hidayat (38), mengonfirmasi adanya kejadian anak hanyut diterjang banjir.

"Iya Solondoko Wetan, anaknya Pak Jalil," ujar Samsul singkat, Sabtu siang.

"Itu sedang dimakamkan," imbuhnya.

Warga Terisolasi

Banjir yang melanda Demak semakin memperparah kondisi warga di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur.

Tiga pedukuhan dilaporkan terisolasi setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Jumat (3/4/2026).

Hingga Sabtu (4/4/2026) pagi, genangan air masih tinggi dan merendam permukiman warga.

Di Dukuh Solondoko, ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa, membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan akses utama menuju wilayah tersebut tidak bisa dilalui kendaraan biasa.

Sebagian warga memilih bertahan di rumah atau di jalan kampung yang relatif lebih tinggi.

Sementara itu, akses masuk ke lokasi hanya bisa dijangkau kendaraan dengan ukuran besar.

Di tengah kondisi tersebut, aparat TNI bersama warga berupaya membersihkan puing-puing yang terbawa arus banjir guna membuka kembali jalur kampung yang sempat tertutup.

Namun, persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah minimnya bantuan logistik.

Sejumlah warga mengaku belum menerima pasokan bantuan sejak banjir terjadi.

"Logistik dari luar belum ada yang masuk, untuk makan, kita makan seadanya," ujar Zikin, ditemui di lokasi.

Menurut Zikin, terdapat sekitar 40 warga di lingkungannya yang masih bertahan dan sangat membutuhkan bantuan makanan serta kebutuhan dasar lainnya.

"Dari balita ya pampers, obat-obatan, tolak angin, makanan sarimi, kalau ada," kata Zikin.

Kondisi serupa juga dirasakan warga lainnya.

Mereka mengandalkan sisa bahan makanan yang masih bisa diselamatkan dari rumah.

"Kebutuhan makan sisa stok kemarin, beberapa sisa makanan yang bisa diselamatkan, beras-beras itu, kan masaknya masih ada elpiji," kata Samsul.

Warga memperkirakan persediaan yang ada hanya cukup untuk bertahan dalam waktu terbatas jika bantuan belum juga datang.

"Mungkin bertahannya ya antara dua atau tiga hari paling maksimal," ujarnya.

Selain makanan, kebutuhan mendesak lainnya adalah air bersih dan pakaian, mengingat banyak barang milik warga yang hanyut atau rusak akibat banjir.

"Yang dibutuhkan warga air mineral, pakaian habis semua, sama makanan, itu yang paling utama," tutup Samsul.

Meski demikian, informasi terbaru menyebutkan bantuan makanan berupa nasi bungkus mulai masuk ke wilayah Dukuh Solondoko dan akan segera didistribusikan kepada warga terdampak.

(*)

Sumber: kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.