Khawatir Keracunan, Sebagian SPPG di Jember Masih Enggan Gunakan Ikan untuk Menu MBG
Frida Anjani April 04, 2026 07:35 PM

Laporan Wartawan SURYAMALANG.COM, Imam Nawawi

 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Program makan bergizi gratis (MBG) di Jember masih menghadapi kendala dalam pemenuhan menu.

Sejumlah SPPG enggan menggunakan ikan karena khawatir menimbulkan keracunan bagi penerima manfaat.

Akibatnya, telur menjadi pilihan utama dan memicu kenaikan harga di pasaran.

Pemerintah daerah merekomendasikan ikan lele sebagai alternatif lauk yang lebih sederhana dan terjangkau.

 SPPG Hindari Ikan di Menu MBG

Sebagian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jember, Jawa Timur masih enggan mengunakan ikan sebagi menu makan bergizi gratis (MBG).

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember Sugiyarto, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, hal tersebut karena sebagian dapur sehat MBG masih ragu mengunakan ikan.

Meraka khawatir adanya keracunan jika mengunakan komoditas itu.

"Ini karena memang ketahanan fisik masyarakat kita berbeda-beda,” katanya.

Selain itu, hal tersebut juga bisa dilihat harga ikan selama ini sejak ada MBG. Kata dia, kenaikannya tidak begitu signifikan.

Sugiyarto menilai, justru telur yang menjadi menu andalan MBG di Jember. Hal itu mengakibatkan harga komoditas itu melonjak tajam.

"Beberapa kali rapat dengan SPPG, kami sudah menyampaikan agar kalau bisa menu itu tidak bersamaan, misalnya hari Senin telur semua, tidak seperti itu. Jadi diselang-seling," paparnya.

Sebetulnya, dia sudah merekomendasikan kepada SPPG agar mengunakan ikan lele sebagai lauk MBG, sebab olahannya mudah dan tidak begitu berdiri.

"Tidak relevan kalau kita memakai ikan-ikan yang membutuhkan kerumitan pengolahan yang tinggi. Ikan lele lebih simpel,” kata Sugiyarto.

Jika para SPPG mau mengunakan ikan lele sebagai menu juga. Sugiarto hal itu akan menyeimbangkan harga kebutuhan pokok sehingga bisa menekan inflasi akibat MBG.

"Saat produksinya meningkat, kebutuhan juga meningkat. Maka disitu terjadi keseimbangan sehingga tidak terjadi lonjakan harga,” kata Sugiyarto.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.