Lonjakan Harga Biji Plastik Hingga Rp80 Ribu, Pedagang di Bengkulu Keluhkan Kenaikan
Hendrik Budiman April 04, 2026 07:50 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dampak konflik timur tengah, beberapa bahan kebutuhan terdampak naik, salah satu nya plastik.

Dimana plastik merupakan kebutuhan bagi warga Indonesia baik pedagang maupun pribadi, termasuk di Kota Bengkulu.

Kenaikan harga plastik di Kota Bengkulu ini dikeluhkan para pedagang.

Lonjakan harga yang mencapai 30 hingga 50 persen membuat penjual kesulitan menentukan harga jual kepada konsumen.

Salah satu penjual plastik di kawasan Panorama, Kota Bengkulu, Anindya, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sepekan sebelum Lebaran.

“Kalau mulai naik itu sekitar seminggu sebelum Lebaran. Tapi kenaikan yang sangat tinggi itu terjadi sekitar dua hari setelah Lebaran,” ungkap Anindya saat ditemui TribunBengkulu.com, Sabtu (4/4/2026) pukul 17.34 WIB.

Sebelum Lebaran kenaikan harga masih tergolong wajar, yakni berkisar Rp1.000 hingga Rp3.000 per item.

Namun saat ini, harga sejumlah barang mengalami lonjakan signifikan.

Baca juga: Breaking News: Angin Puting Beliung Rusak 30 Rumah Warga hingga Fasilitas Umum di Rejang Lebong

“Sekarang itu kenaikannya sudah 30 sampai 50 persen. Ini cukup berat bagi kami sebagai penjual,” tutur Anindya.

Menurut Anindya, kondisi ini membuat pedagang berada dalam dilema. Jika harga dinaikkan, dikhawatirkan pembeli tidak mampu menjangkau. 

Namun jika dijual dengan harga lama, pedagang tidak memperoleh keuntungan.

“Kalau dijual mahal, takut pembeli tidak kuat. Tapi kalau dijual murah, kami juga tidak dapat untung. Jadi serba salah,” jelas Anindya.

Berdasarkan informasi dari pihak pabrik, kenaikan harga dipicu oleh melonjaknya harga bahan baku berupa biji plastik.

“Sebelum puasa harga biji plastik itu sekitar Rp35.000 per kilogram. Sekarang sudah naik jadi Rp60.000 sampai Rp80.000 per kilogram,” kata Anindya.

Selain itu, faktor lain yang turut memengaruhi adalah adanya kebakaran pabrik di Solo yang berdampak pada distribusi barang.

“Katanya juga ada pabrik di Solo yang kebakaran, jadi itu ikut memengaruhi pasokan,” tambah Anindya.

Anindya berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, mengingat bahan baku plastik masih bergantung pada impor.

“Mudah-mudahan ada solusi dari pemerintah, mungkin bisa ada alternatif bahan baku, karena ini kan masih impor,” harap Anindya.

Kondisi harga saat ini sangat tidak stabil, bahkan perubahan bisa terjadi dalam hitungan jam.

“Sekarang itu naiknya bukan lagi per hari, tapi sudah per jam berubah. Kami juga kaget,” ujar Anindya.

Meski harga naik, Anindya mengaku permintaan tidak mengalami penurunan signifikan. Hal ini disebabkan keterbatasan stok di pasaran.

“Penjualan tidak turun, justru tetap ada karena barang juga tidak semua toko tersedia. Jadi kalau ada stok, langsung diborong,” papar Anindya.

Ia menambahkan, kelangkaan stok membuat konsumen tetap membeli meskipun harga tinggi.

“Jadi mau mahal pun tetap ada yang beli, karena yang penting barangnya ada,” tutup Anindya.

Berikut Harga Plastik :

• Plastik HD: dari Rp30.000 menjadi Rp43.000

 • Plastik PE: dari Rp30.000 menjadi Rp47.000

 • Plastik PP: dari Rp30.000 menjadi Rp50.000

 • Plastik SP Ungu: dari Rp25.000 menjadi Rp30.000 per ikat

 • Plastik SP bungkus kuning: dari Rp17.000 menjadi Rp25.000 per ikat

 • Plastik SP bungkus oranye: dari Rp26.000 menjadi Rp38.000 per ikat

 • Plastik merah BM: dari Rp25.000 menjadi Rp35.000

 • Styrofoam nasi: dari Rp46.000 menjadi Rp65.000

 • Styrofoam burger: dari Rp50.000 menjadi Rp75.000

 • Styrofoam panjang: dari Rp46.000 menjadi Rp65.000

 • Thinwall (2.000 ml): dari Rp78.000 menjadi Rp110.000 per 25 pcs

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.