Fakta-fakta 4 Pekerja Proyek Tewas di Jagakarsa, Polisi Usut Dugaan Tindak Pidana
Wahyu Gilang Putranto April 04, 2026 08:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak empat pekerja bangunan ditemukan tewas di sebuah proyek gedung bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).

Identitas keempat korban, yakni Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19).

Berikut sejumlah fakta dalam kejadian ini yang dirangkum oleh Tribunnews.com.

1. Kronologi Kejadian

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menyatakan, peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 10.00 WIB.

"Empat korban meninggal dunia sudah dibawa ke RS Fatmawati," ucap Nurma, Jumat.

Nurma menyebut, peristiwa ini berawal saat mandor proyek memerintahkan sejumlah pekerja bangunan untuk menguras glonteng atau tempat penampungan air yang berada di basement.

Glonteng tersebut berukuran panjang enam meter dan memiliki kedalaman tiga meter yang disekat menjadi dua bagian.

"Menurut keterangan saksi-saksi selaku pekerja di proyek, mandor memerintah pekerja bangunan untuk menguras tempat glonteng yang berada di basement," ungkap Nurma.

Akan tetapi, para korban tiba-tiba terjatuh hingga terperosok ke dalam glonteng.

Beberapa rekan kerja korban sempat berusaha melakukan pertolongan dengan turun ke bawah glonteng.

"Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas di sekitar Glonteng," ujar Nurma.

Baca juga: Niat Tolong Teman, 4 Pekerja Proyek di Jagakarsa Tewas Tercebur ke Ground Tank

Para korban sempat dibawa ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, keempat nyawa korban tak tertolong.

"Setiba di RS, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter UGD RS Pasar Rebo," ucap Nurma.

2. Tiga Orang Sesak Napas

Kompol Nurma Dewi mengatakan, terdapat tiga orang lainnya yang mengalami sesak napas.

Ketiga korban yang mengalami sesak napas adalah Ujib (41), Ahmad Jaelani (36), dan Sunar (62).

"Pekerja yang sesak nafas berjumlah tiga orang," kata Nurma, Sabtu (4/4/2026).

Nurma mengungkapkan, ketiga korban mengalami sesak napas karena hawa panas di dalam glonteng.

"Sesak napas disebabkan hawa panas dan bau dari glonteng," ungkapnya.

3. Jenazah Diautopsi

Keempat jenazah korban kini dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Para korban sebelumnya sempat dievakuasi ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Chepy Rusmanto mengatakan, jenazah keempat korban dibawa ke RS Polri untuk keperluan autopsi.

"Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati," kata Chepy, Sabtu.

Chepy menyatakan, autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian seluruh korban.

"Untuk penanganan medis dan keperluan identifikasi lebih lanjut," tuturnya.

4. Dugaan Unsur Pidana

AKP Chepy Rusmanto mengatakan, polisi masih mendalami dugaan unsur pidana dalam peristiwa ini.

"Ya (usut dugaan pidana). Ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak Unit Reskrim Polsek Jagakarsa," katanya, Sabtu,

Sementara itu, Kompol Nurma Dewi menambahkan, polisi tengah mencari CCTV di lokasi kejadian maupun area sekitarnya.

"Lagi dicari CCTV dan saksi-saksinya," ujarnya.

(Tribunnews.com/Deni)(TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.