Eksistensi Bank Sampah Kenanga Ajak Anggota Tabung Emas dan Koperasi Diapresiasi Pegadaian
Yandi Triansyah April 04, 2026 09:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Bank Sampah Kenanga Palembang masih terus eksis hingga kini dengan berbagai aktivitas positif, sejak berdiri pada 2022 lalu. 

Salah satunya mengajak ibu rumah tangga agar dapat menambah penghasilan dengan mendaur ulang sampah dari rumah masing-masing.

Ketua Bank Sampah Kenanga, Nyimas Eli, menyebutkan bahwa jumlah anggotanya telah mencapai ratusan orang.

Para anggota rutin menabung sampah yang telah dipilah dari rumah tangga, seperti sampah plastik, kardus bekas, hingga minyak jelantah.

Sampah tersebut kemudian sebagian diolah sendiri menjadi berbagai kerajinan tangan, seperti kerajinan berbahan kertas dan lainnya, sementara sebagian lainnya dijual kembali kepada pengepul.

Khusus untuk minyak jelantah, diolah menjadi produk bernilai guna seperti lilin dan sabun.

Keberadaan dan konsistensi Bank Sampah Kenanga ini mendapat apresiasi dari Pegadaian Palembang yang secara rutin melakukan pembinaan.

Pegadaian Kanwil Palembang memberikan apresiasi Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) di wilayah kerjanya.

Sebanyak 17 pengurus bank sampah di tiga area, Kanwil Palembang  yakni Palembang, Jambi, dan Lampung, menerima bingkisan Lebaran sebagai bentuk penghargaan.

Khusus di Palembang, bingkisan tersebut disalurkan kepada enam pengurus bank sampah yang berada di wilayah Palembang, Bangka Belitung dan Baturaja yang disalurkan saat Ramadan kemarin.

Eli mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan tersebut karena sangat bermanfaat dan terus memotivasi untuk mempertahankan eksistensi Bank Sampah Kenanga sekaligus mendorong lebih banyak ibu rumah tangga agar mampu memperoleh tambahan pendapatan dari rumah.

Setiap Jumat anggota akan menyetor sampah non organik yang bisa didaur ulang seperti botol, koran bekas, kardus, kaleng, minyak jelantah dan lainnya yang kemudian akan diluar ulang lagi jadi produk kerajinan hingga dijual ulang ke pengepul.

Hasil sampah yang dibawa anggota itulah kemudian ditabung menjadi tabungan emas bagi anggota.

Sebagian lagi juga ditabung sebagai tabungan koperasi bagi anggota yang bisa ditarik anggota kapan saja untuk memenuhi kebutuhan harian anggota.

"Berkat kegigihan anggota inilah membuat PT Pegadaian tergerak memberikan paket bingkisan Ramadan pada pengurus," kata Eli, Sabtu (4/4/2026).

CSR bingkisan Ramadan yang diterima berupa jue lebaran, minuman, makanan kaleng dan permen yang diberikan ke pengurus sebagai apresiasi dan juga penyemangat agar pengurus tetap semangat menjalankan programnya.

"Terimakasih Pegadaian paket Ramadannya sangat bermanfaat," ujar Eli.

Bank Sampah Bantu Perekonomian Nasabah

Keberadaan bank sampah yang masih eksis hingga kini membantu meningkat ekonomi nasabahnya karena setiap minggu bisa mengumpulkan pundi rupiah dari sampah yang berhasil dikumpulkan.

Setiap Jumat terkumpul 200-400 kg sampah yang dibawa nasabah, sampah itu kemudian ditimbang dan dihargai sesuai harga sampah saat itu yang dihitung dari selisih harganya.

Sebagian sampah itulah juga kemudian diolah anggota bank sampah sebagai produk kerajinan hingga lilin aroma terapi juga sabun.

Hasil karya anggota itu juga nanti akan kembali lagi ke anggota sehingga mereka semangat membuat kerajinan untuk dipasarkan.

Produksinya memang belum cukup banyak dan massal karena produk handmade yang butuh ketelitian dan keterampilan khusus juga dikerjakan manual satu per satu sehingga produk yang dibuat tidak akan sama satu dan lainnya.

"Memang belum bisa jadi mata pekerjaan utama dari bank sampah tapi paling tidak bisa menyokong ekonomi keluarga meski sedikit, dan ini uang hasil mengumpulkan sampah juga mendaur ulang sampah digunakan sebagai ongkos anak sekolah atau biaya jajan anak sekolah," Eli.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.