SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebuah mitos klasik sering terdengar di telinga masyarakat Indonesia: "Biaya hidup di Pulau Jawa jauh lebih murah ketimbang di Sumatera."
Namun, benarkah demikian jika kita mempertemukan dua kota besar yang menjadi ikon budaya di wilayah masing-masing?
Mari kita bandingkan Kota Palembang, sang Ibu Kota Sumatera Selatan yang tersohor dengan kuliner pempeknya, dengan Kota Surakarta (Solo), jantung budaya Jawa Tengah yang dikenal dengan keramahan dan kulinernya yang terjangkau.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025-2026, hasil "adu mekanik" biaya pengeluaran per kapita antara kedua kota ini memberikan hasil yang cukup mengejutkan.
Baca juga: 10 Provinsi Termiskin di Indonesia, Didominasi dari Wilayah Timur
Kota Surakarta atau lebih populer dengan sebutan Solo merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah.
Solo dikenal sebagai pusat budaya yang ada di Jawa Tengah.
Sebagai kota budaya, Surakarta memiliki warisan sejarah yang kuat dan berbagai objek wisata menarik.
Pasar dan kuliner di Solo juga terkenal mulai dari Pasar Gede, Pasar Klewer.
Namun untuk rata-rata pengeluaran per kapita Solo mencapai Rp 1.930.254 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan Rp 782.975 per bulan dan bukan makanan Rp 1.147.278 per bulan.
Kota Palembang merupakan ibu kota dari Sumatera Selatan (Sumsel).
Sumsel merupakan salah satu provinsi dengan biaya hidup termurah.
Namun Palembang termasuk salah satu kota di Sumsel dengan biaya tertinggi.
Palembang juga merupakan kota dengan biaya hidup tertinggi di Sumatera Selatan.
Rata-rata pengeluaran per kapita Palembang mencapai Rp 1.879.226 per bulan.
Terdiri dari untuk makanan sebesar Rp 794.213 per bulan dan bukan makanan Rp 1.085.013 per bulan.
Secara angka total, Palembang sedikit lebih hemat dibandingkan Solo dengan selisih sekitar Rp 51.000 per bulan.
Data ini sekaligus mematahkan anggapan bahwa menetap di Jawa Tengah pasti lebih murah dibandingkan di Sumatera.
Bagi Anda yang mengutamakan harga makanan yang "miring", Solo masih menjadi pemenangnya.
Namun, jika Anda mencari efisiensi secara keseluruhan, termasuk biaya sewa tempat tinggal atau transportasi, Palembang ternyata menawarkan paket yang lebih kompetitif di tahun 2026 ini.
Jadi, pilih hidup santai di bawah bayang-bayang Keraton Solo atau menikmati hiruk pikuk di tepian Sungai Musi? Keputusan ada di tangan (dan dompet) Anda.