Kronologi Elpiji Bocor Meledak di Trenggalek: Ibu, Anak, dan ART Kritis Dirujuk ke Surabaya
Sarah Elnyora Rumaropen April 04, 2026 10:00 PM

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Insiden ledakan tabung gas elpiji yang bocor mengakibatkan tiga warga RT 14 RW 05 di Jalan MT Haryono, Kelurahan Sumbergedong, Trenggalek, Jawa Timur harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetomo Surabaya, Sabtu (4/4/2026). 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut menyebabkan Marini (71), putrinya Winarni (53), dan Asisten Rumah Tangga (ART) mereka, Sulastri (60), menderita luka bakar serius hingga 70 persen.

Akibat parahnya kondisi luka yang menembus jaringan subkulit serta adanya gangguan pernapasan (trauma inhalasi), ketiga korban dirujuk guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Kronologi Elpiji Bocor Meledak

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Non Kebakaran Damkar Trenggalek, Wasis Widodo, menuturkan, ledakan gas tersebut terjadi pukul 05.00 WIB.

Saat itu, pemilik rumah Marini mencium bau gas yang bocor.

Marini lalu meminta tolong kepada ART Sulastri agar memeriksa gas tersebut.

"Kalau gas elpiji hampir habis kan biasanya tercium, pemilik rumah meminta tolong kepada ART untuk mengecek gas, tapi dia mendengarnya 'nye-klek-an' gas atau menyalakan gas," ucap Wasis, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Lawan El Nino Godzilla 2026: Ancaman Kekeringan, Bulog Siapkan Stok Beras Terbesar dalam Sejarah

Tak disangka percikan dari pemantik api tersebut menyulut ledakan gas hingga ketiga penghuni rumah yang ada di ruangan tersebut menderita luka bakar.

Menurut Wasis, regulator kompor gas di dapur tersebut memang sudah tidak layak.

Banyak modifikasi agar regulator tetap bisa digunakan.

"Diduga dari regulator yang sudah tidak layak sehingga kebocoran gas terjadi," lanjut Wasis. 

Kebocoran Gas Diduga Sejak Malam Hari

Kebocoran gas tersebut diduga sudah terjadi sejak malam hari sehingga terakumulasi menumpuk di dapur.

Sedangkan dapur tersebut sangat minim ventilasi sehingga gas yang bocor menumpuk di dalam dapur.

"Adanya percikan api dari kompor tersebut langsung menyulut ledakan karena ruangan tersebut sudah dipenuhi api," ucap Wasis. 

Baca juga: Khawatir Keracunan, Sebagian SPPG di Jember Masih Enggan Gunakan Ikan untuk Menu MBG

Menurut Wasis, tidak ada kerusakan berarti di ruangan tersebut. Baik itu kaca, maupun plafon di dapur tersebut masih utuh.

"Saat petugas pemadam kebakaran tiba sudah tidak ada kobaran api, karena sekali ledakan api langsung menghilang. Sedangkan korban dibawa ke RSUD dr Soedomo Trenggalek," pungkasnya.

Evakuasi Para Korban

Para korban sebelumnya mendapatkan penanganan awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedomo Trenggalek sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit rujukan di Surabaya, karena kondisi luka bakar yang cukup parah.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan, ketiga korban masuk IGD sekitar pukul 05.30 WIB dengan kondisi luka bakar luas di sejumlah bagian tubuh.

"Ketiga pasien mengalami vulnus combutio atau luka bakar akibat api. Ny. M mengalami luka bakar sekitar 67 persen, Ny. W sekitar 70 persen, dan Ny. S sekitar 22,5 persen," jelasnya.

Baca juga: Masuk Pot 4 Justru Untungkan Skuad Garuda,Timnas Indonesia Jadi Momok Pot 2 dan 3 di Piala Asia 2027

Sujiono menerangkan, seluruh luka bakar yang dialami korban tergolong derajat 2A–2B. Artinya, luka tidak hanya mengenai lapisan kulit luar, tetapi sudah mencapai jaringan di bawah kulit.

"Grade 2A itu berarti luka bakar tidak hanya di permukaan kulit, tetapi sudah sampai subkulit, sehingga kedalamannya cukup tebal," ujarnya.

Para Korban Mengalami Trauma Inhalasi 

Selain luka bakar luas, ketiga korban juga mengalami trauma inhalasi akibat menghirup asap saat peristiwa ledakan terjadi, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan dengan fasilitas yang lebih lengkap.

Berdasarkan pertimbangan medis tersebut, pihak rumah sakit memutuskan merujuk korban ke RSUD dr Soetomo Surabaya. 

Baca juga: Persiapan UTBK SNBT 2026, Universitas Brawijaya Siagakan 1.540 Komputer dan Siapkan 5.833 Kuota

Dua pasien dengan luka bakar paling luas, yakni Marini dan Winarni, langsung diputuskan untuk dirujuk.

Sementara Sulastri sempat menjalani observasi terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut dirujuk.

"Karena pertimbangan kondisi luka bakar dan kebutuhan penanganan lanjutan, seluruh pasien akhirnya dirujuk ke Surabaya," tambah Sujiono.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.