KONI Tulungagung Jaring Sekitar 100 Atlet Berprestasi Untuk Porprov Jatim 2027
Sri Wahyuni April 04, 2026 11:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tulungagung telah menyaring para atlet potensial.

Penyaringan ini bagian dari persiapan Kabupaten Tulungagung menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2027.

Dari 1.382 atlet yang terdata di 42 cabang olahraga, mengerucut tinggal sekitar 100 atlet saja.

“Mereka adalah para atlet berprestasi yang potensi mendapatkan medali para Porprov 2027,” jelas Ketua KONI Tulungagung, Agus Armada, Sabtu (4/4/2026) di lokasi Kejuaraan Provinsi I Woodball di Lapangan Desa Pojok, Kecamatan Ngantru.

Lanjut Agus, KONI Tulungagung mendapatkan hibah Rp 5,5 miliar untuk pembiayaan olahraga.

Dari anggaran itu, Rp 1,3 miliar sudah dicairkan di termin pertama dan sudah terserap Rp 790 juta

Persiapan akan dimulai di Bulan April ini dengan lebih dulu akan dilakukan monev (monitoring dan evaluasi) setiap cabor, sesuai perkembangannya.

“Hanya atlet-atlet yang punya potensi medali yang kami berangkatkan. Dari 42 cabor, sekitar 24 cabor yang  punya potensi medali,” sambung Agus.

Pada Porprov 2025, kontingen Kabupaten Tulungagung menempati peringkat 24.

Sementara pada Porprov 2027 KONI Tulungagung berupaya menembus 10 besar sesuai target yang dicanangkan Bupati Gatut Sunu Wibowo.

Sebab itu KONI Tulungagung akan memaksimalkan persiapan sejak dini.

“Semua cabor pelatihnya wajib bersertifikat. Ke depan kami akan adakan Puslatkab (pemusatan pelatihan kabupaten),” tegas Agus.

Puslatkab rencananya dilakukan 6 bulan menjelang Porprov.

KONI Tulungagung akan menggandeng instansi lain untuk pembekalan atlet, seperti Kodim 0807/Tulungagung dan Polres Tulungagung.

Agus mengaku juga menjajaki untuk menggandeng Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 886/Panjalu Jayati.

“Potensi kita selama ini panahan, atletik, aeromodeling, dan paralayang,” katanya.

Baca juga: Kaji WFH ASN, Bupati Mas Dhito Pertimbangkan Perluasan CFD untuk Tekan BBM di Kediri

KONI Tulungagung selama ini menghadapi kendara terbatasnya tempat latihan.

Kabupaten Tulungagung juga belum punya training centre yang bisa digunakan para atlet.

Selain itu atlet-atlet berprestasi banyak dibajak daerah lain, dengan kompensasi yang menggiurkan.

“Memang tawaran mereka (daerah lain) lebih menarik. Tapi kami berusaha, insya’allah tahun ini tidak ada yang dibajak,” pungkasnya.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.