Hormat Terakhir Prabowo untuk 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Cium Kening Bayi di Depan Peti Mati
Ravianto April 04, 2026 10:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Suasana haru menyelimuti ruang persemayaman Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) malam.

Presiden Prabowo Subianto hadir langsung memberikan penghormatan terakhir kepada tiga patriot bangsa yang gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Ketiga prajurit yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta) tersebut adalah Mayor (Anumerta) Inf Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Romadhon.

Momen Haru Prabowo Bersama Keluarga Kapten Zulmi

Tiba sekitar pukul 18.45 WIB dengan mengenakan jas dan peci hitam, Presiden Prabowo langsung menghampiri peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.

Salah satu momen paling menyentuh adalah saat Prabowo menyalami keluarga Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar.

Baca juga: Suasana Rumah Duka Jelang Kedatangan Jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar di Cimahi

Presiden tampak memberikan penguatan kepada ibunda dan istri almarhum yang duduk bersimpuh di samping peti jenazah.

Dengan khidmat, Kepala Negara berdiri tegak dan memberikan hormat tepat di depan foto serta jenazah sang perwira yang gugur akibat ledakan di Bani Hayyan tersebut.

Aksi Humanis: Cium Kening Bayi Sang Patriot

RUMAH DUKA - Meja peti jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar di rumah duka telah disiapkan pihak keluarga di Cimahi.
RUMAH DUKA - Meja peti jenazah Mayor Zulmi Aditya Iskandar di rumah duka telah disiapkan pihak keluarga di Cimahi. (Tribun Jabar/Rahmat Kurniawan)

Tak hanya memberikan hormat militer, sisi humanis Prabowo terpancar saat menghampiri keluarga Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan. 

Di depan peti jenazah, Presiden menyalami seorang ibu yang tengah menggendong bayi.

Secara spontan, Presiden Prabowo menunduk dan mencium kening bayi mungil tersebut, serta mencium kepala anak lainnya di deretan keluarga.

Aksi ini menjadi simbol duka mendalam sekaligus kepedulian tertinggi pimpinan negara terhadap keluarga yang ditinggalkan para pahlawan perdamaian.

Kronologi Gugurnya Tiga Patriot Bangsa

Ketiga prajurit TNI ini gugur dalam dua insiden tragis yang berbeda saat menjalankan mandat UNIFIL:

  • Kopda Anumerta Farizal Romadhon: Gugur pada Minggu (29/3/2026) akibat ledakan proyektil artileri di dekat Adchit Al Qusayr.
  • Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar & Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan: Gugur pada Senin (30/3/2026) setelah kendaraan mereka dihancurkan ledakan pinggir jalan di dekat Bani Hayyan.

Saat ini, pihak UNIFIL tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kedua insiden yang merenggut nyawa prajurit terbaik Indonesia tersebut.

Jika tidak ada perubahan, jenazah Mayor Zulmi akan diberangkatkan menggunakan pesawat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta dan mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Jenazah akan langsung dibawa ke rumah duka sebelumn dilakukan pemakaman secara militer di Taman Makam Pahlawan Cikutra Bandung pada Minggu (5/4/2026).

"Perkiraan sampai Bandara Husein jam 10 malam, insyaallah perjalanan dari Husein ke sini sekitar sejam, paling jam 11 atau jam 12 jenazah Zulmi Aditya sudah di rumah duka," kata Perwakilan keluarga Kapten Zulmi, Risman Efendi,.(*)

Taufik Ismail/Tribunnews dan Rahmat Kurniawan/Tribun Jabar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.