Geger Jasad ODGJ Ditemukan di Saluran Irigasi, Uang Rp3 Juta Tersimpan di Balik Jarik
Kiki Novilia April 04, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Kematian Zaimah (65), yang selama ini dikenal sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menggemparkan warga Dusun V, Kampung Liman Benawi, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. 

Bukan tanpa alasan, lansia tersebut meninggal di saluran irigasi setempat sambil membawa bungkusan uang senilai Rp3 juta di balik kain jariknya. 

Peristiwa bermula pada Rabu, 1 April 2026 pagi hari sekitar pukul 08.30 WIB. Anak almarhumah, Suparmi, mengaku pertama kali mendapatkan kabar dari tetangganya saat ia sedang selesai mencuci pakaian di rumah.

​"Ada tetangga panggil-panggil, katanya ibu saya (Zaimah) sudah tenggelam di irigasi. Saya langsung lari ke sana bersama warga dan Pak Bayan," ujar Suparmi saat ditemui di rumah duka, Sabtu (4/4/2026).

​Saat ditemukan, kata dia, posisi tubuh Zaimah berada dalam keadaan tengkurap di sungai yang memang biasa digunannya untuk mandi dan buang air sehari-hari. 

Baca juga: Pemprov Kucurkan Rp 170 Miliar untuk Perbaikan Jalan, 3 Ruas Prioritas di Lampung Tengah

Bersama sekitar lima orang warga, jasad Zaimah dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka karena bidan desa sedang tidak berada di tempat.

Kejutan muncul saat pihak keluarga dan warga mengurus jenazah. Di balik kain jarik dan baju yang dikenakan almarhumah, ditemukan bungkusan uang yang diikat rapi dengan karet.

​Lantaran kondisi jasad ditemukan di air, tumpukan uang tersebut dalam keadaan basah kuyup. 

Warga pun berinisiatif membantu menjemur uang-uang tersebut di halaman rumah agar tidak rusak.

​Suparmi menyebutkan bahwa total uang yang ditemukan mencapai lebih dari Rp 3 juta. 

Ia mengaku, uang tersebut terdiri dari berbagai macam pecahan, mulai dari uang kertas Rp 1.000 hingga Rp 100.000, serta uang koin pecahan Rp 100 rupiah dan Rp 500 rupiah.

​"Kami keluarga benar-benar tidak tahu kalau ibu punya uang sebanyak itu. Setahu saya paling cuma uang receh dua ribuan," ungkapnya dengan nada heran.

Keluarga menduga uang tersebut merupakan hasil pemberian warga atau pengunjung pasar. 

Semasa hidupnya, ujar Suparmi, Zaimah memang kerap menghabiskan waktu dengan duduk di depan warung atau area pasar setelah dari sungai.

​Kini, "harta karun" yang ditinggalkan almarhumah telah dikumpulkan oleh keluarga. 

Rencananya, uang tersebut akan digunakan Suparmi dan keluarga untuk membantu biaya pemakaman dan keperluan belanja selama masa duka.

​"Mungkin dikasih orang-orang di pasar. Kadang dikasih makan, kalau tidak ya dikasih uang lima ribu atau berapa, kami tidak pernah tanya," tambah Suparmi. 

( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwani Sidiq )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.