Bocah 9 Tahun yang Tenggelam di Bengawan Solo Lamongan Ditemukan Meninggal, 30 Meter dari Titik Awal
Dwi Prastika April 04, 2026 10:22 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Hanif Manshuri

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Bocah 9 tahun yang hilang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Lamongan, Jawa Timur, telah ditemukan, Sabtu (4/4/2026).

Namun bocah berinisial AFA itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Warga Dusun Ketintang, Desa Laren, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, itu ditemukan sekitar pukul 11.30 WIB atau setelah 3,5 jam pencarian hari kedua dilakukan oleh petugas gabungan bersama warga setempat.

Jasad korban ditemukan mengapung di aliran Sungai Bengawan Solo dengan radius sekitar 30 meter dari lokasi awal korban dilaporkan tenggelam.

"Korban akhirnya ditemukan sekitar 30 meter dari titik awal tenggelam, ke arah utara," ujar Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid kepada Tribun Jatim Network, Sabtu (4/4/2026).

Sebelumnya, sejak Sabtu pagi, tim gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo.

Pencarian melibatkan personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, serta masyarakat sekitar.

Tim gabungan tampak menyisir sungai menggunakan perahu karet dan peralatan pencarian lainnya.

Sejumlah warga juga ikut membantu dengan memantau tepian sungai dan area yang diduga menjadi titik korban tenggelam.

Proses pencarian dipimpin langsung Kapolsek Laren, Iptu Witono Hariadi.

Petugas membagi pencarian menjadi beberapa sektor, mulai dari titik korban dilaporkan tenggelam hingga beberapa kilometer ke arah hilir.

Baca juga: Mandi di Sungai Usai Main Bola dengan Teman-teman, Bocah 9 Tahun di Lamongan Hilang di Bengawan Solo

Selain melakukan penyisiran melalui sungai, warga Desa Laren juga membantu menggunakan perahu tradisional untuk mencari korban.

"Tadi sempat dihentikan sejenak karena cuaca sangat panas. Setelah itu pencarian kembali dilanjutkan hingga korban berhasil ditemukan," kata Hamzaid.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke daratan dan dibawa ke rumah duka. Dan tidak ditemukan apapun pada jasad korban.

"Tidak, tidak ada luka," tambah Hamzaid.

Petugas gabungan melakukan upaya pencarian dengan pola memanuver air Sungai Bengawan Solo untuk memicu ombak.

Upaya itu membuahkan hasil, dan jasad korban muncul ke permukaan.

"Jadi tidak dijaring, tidak dijala. Tapi muncul sendiri ke permukaan Bengawan Solo," kata Hamzaid.

Kronologi Korban Tenggelam

Diketahui, AFA merupakan siswa kelas 2 MI.

Sebelum kejadian, korban berpamitan kepada ibunya untuk bermain sepak bola bersama teman-temannya di Lapangan Centong, Desa Laren.

Usai bermain, korban bersama teman-temannya mandi di Sungai Bengawan Solo yang berjarak sekitar 50 meter dari lapangan.

Baca juga: Kronologi 4 Bocah Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tangis Orang Tua Pecah Temukan Anak Mengapung

Diduga karena tidak bisa berenang, korban tenggelam dan terseret arus sungai yang cukup deras dengan kondisi permukaan air sedang tinggi.

Tiga teman korban berinisial I, H, dan R sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun upaya itu tidak berhasil.

Mereka kemudian berteriak meminta bantuan.

Warga yang datang ke lokasi sempat melakukan pencarian secara manual hingga malam hari, namun korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kemudian dilanjutkan pada Sabtu pagi hingga akhirnya korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.