TRIBUNCIREBON.COM - Memiliki suara khas dan unik, Pinkan Mambo dulu dikenal sebagai pelantun lagu 'Kekasih yang Tak Dianggap'.
Sempat sukses berkarier di dunia hiburan Tanah Air, kini Pinkan Mambo memutuskan untuk banting setir menjadi pengamen jalanan.
Sebelum menjadi pengamen, Pinkan Mambo sempat membuka usaha donat yang viral.
Namun usahanya tersebut tidak bertahan lama, sebab kini Pinkan Mambo memutuskan untuk mencari rezeki di pinggir jalan.
Sayangnya, keputusan Pinkan Mambo untuk menjadi pengamen jalanan mendapat kritik pedas dari putrinya, Michelle Ashley.
Michelle merasa standar hidup ibunya merosot jauh sejak membina rumah tangga dengan suami barunya, Arya.
"Sebenarnya aku nggak ngerti deh, semenjak mami itu nikah lagi sama... ya kalian tau lah siapa."
"Mami itu kayak downgrade banget," ujar Michelle
"Aku baru aja dengar-dengar, sekarang mami ngamen di jalan," lanjutnya.
Baca juga: Pinkan Mambo Ngamen Online di Pinggir Jalan Tanpa Izin, Langsung Diamankan Petugas Dishub
Biodata Pinkan Mambo
Nama Pinkan Mambo populer di tahun 2000-an, ia dulunya merupakan teman duet Maia Estianty.
Dulu bersama Maia, ia tergabung dalam satu grup duo bernama Ratu.
Pinkan Mambo memiliki nama lengkap Pinkan Ratnasari Mambo.
Pinkan terkenal di Indonesia sebagai seorang penyanyi dengan suara yang khas.
Wanita yang sering disapa Pinkan Mambo ini memiliki suara serak-serak yang membuat karakter suaranya mudah dikenali.
Pinkan Mambo lahir pada 11 November 1980 di Jakarta.
Sejak usia muda, Pinkan sudah terjun ke dunia tarik suara.
Mengutip dari Tribun Madura, dulunya Pinkan sempat tergabung dalam grup band Dewa 19.
Sejak saat itulah ia disatukan dengan Maia Estianty dalam grup duo.
Pada tahun 2002, dirinya bersama Maia dalam Duo Ratu mulai terkenal.
Nama Pinkan Mambo terus melambung bersama Ratu dan lagunya tak jarang menjadi hits di kalangan remaja saat itu.
Pinkan Mambo bersama Maia di Duo Ratu telah merilis berbagai album lagu.
Lagunya yang paling terkenal berjudul 'Aku Baik Baik Saja' yang rilis di tahun 2003.
Setelah berhasil merilis lagu 'Aku Baik Baik Saja', grup Duo Ratu ini kembali merilis lagu baru seperti 'Aku Terlalu Mencintaimu' dan 'Jangan Bilang Siapa-Siapa'.
Setelah berjalan beberapa tahun, Pinkan Mambo memilih untuk mengundurkan diri.
Di tahun 2004 ia resmi berpisah dari grup Duo Ratu itu.
Kemudian Pinkan Mambo melanjutkan dengan solo karier.
Ketika tahun 2006 ia kembali merilis lagu baru berjudul 'Aku Tahu Rasanya'.
Dilanjutkan pada tahun 2008, ia kembali merilis lagu baru berjudul 'Wanita Terindah'.
Nama Pinkan Mambo terus melejit hingga lagunya yang berjudul 'Kekasih Yang Tak Dianggap' menjadi salah satu hits di masa itu.
Tak berhenti disitu, ia kembali meraih kesuksesannya saat merilis lagu baru berjudul 'Dirimu Dirinya', 'Kasmaran', dan masih banyak lagi.
Lagu-lagunya tak hanya terkenal di Indonesia, tetapi hingga luar negeri.
Lagunya yang berjudul 'Kasmaran' ternyata juga terkenal hingga Malaysia dan Singapura.
Pinkan kemudian mencoba untuk terjun ke dunia peran.
Terakhir pada tahun 2012, ia merilis album berjudul 'Tentang Cinta'.
Mantan vokalis Ratu itu sudah jarang tampil di berbagai acara.
Sementara itu pada 17 September 2022 kemarin, Pinkan Mambo dikabarkan muncul kembali ke panggung hiburan.
Pada kesempatan itu Ia kembali berduet dengan Maia Estiantu di acara Playlist Festival.
Mereka berdua tampak sangat serasi berduet, dan menyanyikan lagu 'Aku Baik-Baik Saja'.
Pinkan jadi Pengamen
Penyanyi Pinkan Mambo memilih cara unik untuk mencari penghasilan.
Pinkan Mambo melakukan siaran langsung sambil bernyanyi dan menari di pinggir Jalan Raya Mauk, depan Kantor Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Meski panas matahari, Pinkan Mambo tetap tampil penuh energi.
Di balik penampilan itu, Pinkan Mambo mengakui penghasilannya dari ngamen itu tidak pasti.
“Saya pernah live empat jam, cuannya Rp 27 juta hingga Rp 30 juta," kata Pinkan Mambo.
Meski terdengar penghasilannya fantastis, jumlah itu tidak setiap hari didapatkan Pinkan Mambo.
Ada hari-hari ketika kerja kerasnya di jalanan hanya menghasilkan Rp 1 juta hingga Rp 2 juta untuk durasi ngamen yang sama.
“Sudah tiga jam nyanyi cuma dapat Rp 1 juta, bikin mental berat," kata Pinkan Mambo.
Ia menyebut sebagai risiko ekonomi digital karena penghasilan yang fluktuatif tergantung jumlah penonton dan interaksi di platform.
Tak hanya bernyanyi, Pinkan Mambo bahkan harus memainkan banyak peran dalam setiap sesi.
Ia menjadi host, penari, DJ, operator, bahkan manajer untuk dirinya sendiri.
Semua dilakukan bersamaan untuk menarik perhatian penonton dan menjaga cuan.
"Kalau orang mau kaya kayak aku, mereka harus siap mental, pendapatan kecil, tapi tetap harus tampil maksimal,” ujar wanita kelahiran 1980 itu.
Pengalaman bernyanyi bertahun-tahun membuatnya terbiasa dengan penghasilan tak menentu.