BOLASPORT.COM - Taktik Maximo Quiles di Moto3 Amerika 2026 mendapat pujian di mana ia disebut sudah punya pemikiran selayaknya juara dunia yang ahli strategi dalam balapan.
Balapa Moto3 Amerika menyisakan kesan mendalam setelah penampilan ciamik Quiles.
Walau 'hanya' dapat podium runner-up, kemampuan Quiles khususnya dalam duel sengit di sektor terakhir Circuit of The Americas membuat ia dianggap memiliki bakat spesial.
Kesabarannya dalam menunggu lawan lengah dan bagaimana ia menyikapi kondisi motor yang hampir tidak stabil membuat pembalap yang dilatih bersama Marc Marquez ini menuai pujian.
"Di tiga lap terakhir, saya merasa motor menjadi sedikit tidak stabil," kata Maximo Quiles dalam penjelasannya dikutip Bolasport dari Speedweek.
"Jadi saya berhati-hati dan mempelajari jalur pembalap lain," tambah pembalapo berusia 18 tahun ini.
Quiles sejatinya memiliki rencana strategis ketika masuk fase akhir balapan.
Ia sudah memikirkan akan melakukan serangan di sektor terakhir.
Namun lesatan Guido Pini membuat misinya gagal.
Manuver keras Alvaro Carpe terhadap Valentin Perrone setidaknya yang bisa ia manfaatkan.
"Di lap terakhir, saya ingin benar-benar menyerang. Saya menyalip Pini saat pengereman."
"Kemudian saya ingin menyalip Perrone dan Carpe di serangkaian tikungan, untuk mempertahankan posisi saya di tikungan terakhir."
"Akan tetapi Pini membalas, dan rencana saya pun gagal," pemimpin klasemen Moto3 2026 ini.
Apa yang membuat pemikiran Quiles mengundang decak kagum adalah bagaimana ia sudah mampu memprediksi fase balapan mana yang akan berlangsung 'ramai.
Berangkat dari situ, ia lantas mampu menyusun taktik yang matang untuk seusia pembalap yang hanya satu tahun lebih tua dari Veda Ega Pratama ini. Inilah yang membuat media Jerman, Speedweek, terkesan dengan sosok Quiles.
"Saya memperkirakan akan ada banyak kekacauan di tikungan terakhir," ujar dia sudah memprediksi.
"Saya mempersiapkan tikungan dengan sangat baik dan berakselerasi keluar dari tikungan dengan sangat baik."
"Mungkin saya bisa menang jika saya mempersiapkan tikungan dengan lebih baik lagi. Tapi itu adalah balapan yang bagus," kata Quiles.
Kendati gagal menang, raihan podium runner-up di seri Amerika kemarin membuat Quiles berhasil mengumpulkan poin penting sebagai pundi-pundi klasemen Moto3 2026.
Ia masih bertahan di puncak dengan 65 poin. Meski tahu sedang memimpin dan dijagokan juara dunia, Quiles mau tetap fokus karena persaingan sengit di kelas ini.
"Saya bermain dengan cerdas karena saya ingin meraih hasil yang baik, bukan karena kejuaraan. Itu masih jauh. Saya ingin secara konsisten mencetak poin dan secara konsisten finis di podium," ucap Quiles.