Puting Beliung Terjang Sumber Urip Rejang Lebong, Kades Sebut Terbesar dalam 20 Tahun Terakhir
Hendrik Budiman April 04, 2026 10:50 PM

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Sebanyak 30 rumah warga di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (4/4/2026) sore.

Dari jumlah tersebut, 16 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat, termasuk satu unit rumah yang mengalami kerusakan paling parah.

Kepala Desa Sumber Urip, Sri Wahyudi, mengatakan peristiwa ini merupakan bencana puting beliung terbesar yang terjadi di wilayahnya dalam kurun waktu sekitar 20 tahun terakhir. 

Bencana ini menyebabkan sekitar 30 rumah warga yang terdampak. Juga menyebabkan dua tiang listrik roboh. 

“Total ada 30 rumah rusak, 16 di antaranya rusak berat. Yang paling parah ada satu rumah,”sampai Kades saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com. 

Listrik Masih Padam

Ia menjelaskan, hingga malam hari pasca kejadian, kondisi desa sudah berangsur kondusif. Namun, aliran listrik masih mengalami pemadaman.

Hal tersebut disebabkan dua tiang listrik yang tumbang akibat diterjang angin kencang. Ia mewakili warganya berharap agar PLN bisa segera melakukan perbaikan. 

Baca juga: Detik-detik Mencekam Puting Beliung Hancurkan 30 Rumah di Rejang Lebong, Disusul Gemuruh dan Petir

“Listrik masih padam karena ada dua tiang listrik yang tumbang, semoga segera di tindaklanjuti,”jelasnya.

Warga Tidak Mengungsi

Meski puluhan rumah terdampak, Sri Wahyudi memastikan tidak ada warga yang mengungsi.

Sebagian besar rumah masih bisa ditempati, sehingga warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing.

“Warga masih bisa tidur di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, bantuan darurat dari BPBD Kabupaten Rejang Lebong telah mulai disalurkan kepada warga terdampak.

Bantuan yang diberikan berupa terpal dan perlengkapan untuk penanganan awal pasca bencana.

Kerap Terjadi, Namun Kali Ini Terbesar

Yudi menambahkan, angin puting beliung sebenarnya kerap terjadi di wilayah Desa Sumber Urip setiap tahunnya. 

Namun, kejadian kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan peristiwa serupa sebelumnya.

“Biasanya ada setiap tahun, tapi ini yang paling besar. Terakhir yang besar seperti ini sekitar 20 tahun lalu, ” tutupnya.

Hingga saat ini, petugas bersama warga masih melakukan proses pembersihan material dan pemulihan kondisi di lokasi terdampak. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.